Hari Kartini, Firli Bahuri Bangga Perempuan Berperan Besar dalam Pemberantasan Korupsi

Rabu, 21 April 2021 - 14:32 WIB
loading...
Hari Kartini, Firli...
Ketua KPK Firli Bahuri. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menilai perempuan punya peran besar dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. Hal ini disampaikannya dalam momentum Peringatan Hari Kartini pada 21 April ini.

Menurut Firli, hari ini bangsa kita kembali memperingati hari kelahiran srikandi Raden Adjeng Kartini, tokoh sekaligus simbol kebangkitan dan emansipasi peran perempuan Indonesia, dari belenggu tradisi paternalistis yang sangat kuat, ketika zaman penjajahan Belanda.

"Atas perjuangan Kartini-lah, eksistensi dan peran serta kaum hawa mulai diperhitungkan bahkan turut andil dan menjadi bagian saat mengambil keputusan maupun kebijakan penting, melalui sentuhan feminisme ide, kreativitas dan pandangan mereka," kata Firli dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Hari Kartini, Wakil Wali Kota Makassar Dorong Peran Perempuan Makin Nyata

Firli menambahkan, sosok perempuan tak lagi dipandang sebagai seorang Hawa, pelengkap atau pasangan Sang Adam semata. Kehadiran wanita dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, memiliki andil besar dalam membentuk, menentukan arah, tujuan dan masa depan bangsa, mengingat dari rahim mereka-lah, akan lahir calon-calon generasi penerus serta pemimpin negeri ini.

"Bukan sekadar melahirkan, peran sentral kaum hawa dalam 'asah asih dan asuh', sangat menentukan kualitas generasi penerus masa depan suatu bangsa kita. Dengan sentuhan dan kasih sayang tulus kaum hawa-lah, nilai-nilai agama, moral, etika, budaya serta kejujuran, disemaikan dalam jiwa dan raga generasi muda sejak terlahir, agar kelak mereka memiliki integritas dan karakter kuat anti korupsi dalam perjalanan hidupnya."

Firli pun mengutip sebuah hadis, Rasulullah mengatakan *fainnal jannata tahta rijliha*, "Berbaktilah kepada ibu karena surga itu di bawah kakinya."

"Hadis yang juga menjadi peribahasa ini mengandung arti bahwasanya masa depan seorang anak, generasi masa depan bangsa,peradaban manusia dan budaya bangsa ditentukan oleh langkah kaki ibu, kaum perempuan termasuk membangun budaya antikorupsi."

Baca juga: Hari Kartini, Penumpang Kereta Dapat Souvenir dan Bunga Mawar

Menurut Firli, peran dan andil besar ini, jelas diperlukan KPK serta segenap eksponen bangsa di Republik ini, dalam upaya pemberantasan korupsi yang telah berurat akar hingga menjadi laten di bumi pertiwi.

"Kami beritahukan, tidak sedikit perempuan yang berani memilih dan menantang perilaku koruptif serta kejahatan korupsi, meski melibatkan teman, sahabat, bahkan saudara atau anggota keluarganya sendiri. Dapat kita infokan bahwasanya sudah tidak terhitung dukungan dan informasi beserta bukti-bukti konkret yang diberikan srikandi-srikandi antikorupsi kepada kami. Dukungan penuh Kartini-Kartini antikorupsi zaman now, mampu mengakselerasi dan menggelorakan semangat tempur kita bersama seluruh elemen bangsa di negeri ini, dalam perang besar melawan laten korupsi yang sudah menggurita di Bumi Pertiwi," paparnya.

Menurut Firli, bentuk andil dan peran besar kaum Hawa dalam segenap upaya pemberantasan korupsi, dapat kita lihat dari tingginya animo perempuan di seluruh penjuru negeri ini untuk menjadi agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK).

Agen-agen SPAK terdiri dari berbagai latar belakang perempuan, mulai dari ibu rumah tangga, pedagang, guru, perempuan yang berkarier di pemerintahan atau swasta hingga istri-istri pejabat negara yang memiliki satu visi dan misi yang sama, yaitu tidak ingin korupsi serta perilaku koruptif semakin mendarah daging dan musnah di Republik ini.

"Hal-hal yang dilakukan agen SPAK mungkin terlihat kecil atau terkesan sepele, namun berdampak sangat besar bagi pencegahan tindak pidana korupsi di Indonesia," ujarnya.

Firli menambahkan, menanamkan budaya antikorupsi sedari dini di keluarga, lingkungan sekitar atau berani mengingatkan teman, sahabat saudara hingga suami agar tidak coba-coba korupsi serta menerapkan perilaku jujur dan hidup sederhana, adalah contoh dan hal-hal kecil yang dilakukan oleh agen-agen SPAK.

Semangat kerja serta perjuangan keras seperti ayah dengan kesabaran tinggi layaknya seorang ibu yang ditunjukan oleh agen-agen SPAK seantero negeri ini, kami harap menjadi contoh dan triger segenap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Syukur Alhamdulillah, Istri tercinta saya, Ardina Syafitri, telah menanamkan hal-hal kecil ini dalam rumah tangga kami. Hal-hal kecil dan sederhana yang dilakukan Separuh Napasku ini, teramat berarti bagi saya. Sama seperti kaum ibu pada umumnya, istri saya menjadi fondasi sekaligus bingkai pembentukan karakteristik keluarga kecil kami."

Firli lantas memberikan contoh kecil yang istrinya lakukan setiap hari yaitu selalu membekali dirinya dan anak-anak makanan masakannya, saat beraktivitas di luar rumah. Hal kecil ini selalu mengingatkannya akan indahnya kebersamaan dalam kesederhanaan yang harus dijaga.

"Meneguhkan hati ini agar senantiasa berjalan lurus, jauh dari goda apalagi dosa, agar keindahan kebersamaan ini, dapat bersama kami nikmati hingga akhir hayat nanti, Terima kasih Istriku Ardina Syafitri, Kartini Sejatiku, Separuh Jiwaku."

Di bagian akhir, Firli mengatakan, Kartini mampu membuktikan bahwasanya perempuan bukanlah kaum yang lemah secara ide, gagasan, serta pemikiran. Perempuan memiliki rasionalitas seperti kaum lelaki, sehingga memiliki peranan dan andil yang besar bagi perkembangan bangsa dan negara.

"Selamat merayakan Hari Kartini, semoga teladan Kartini senantiasa mewarnai perjalanan Kartini-Kartini zaman now sebagai motor penggerak segenap anak bangsa di Republik ini, bersama meraih cita-cita dan masa bangsa yang lebih baik lagi, dengan jiwa dan semangat antikorupsi."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Mengapa UU Pemberantasan...
Mengapa UU Pemberantasan Korupsi Perlu Diubah
Bantah Lari karena Dugaan...
Bantah Lari karena Dugaan Terlibat Suap, Ahmad Dedi Hormati Proses Hukum
Refleksi Perkara Korupsi
Refleksi Perkara Korupsi
Dukung Penguatan PPATK,...
Dukung Penguatan PPATK, Sahroni: Perannya Besar dalam Pemberantasan Korupsi!
Kebencian Terhadap Korupsi...
Kebencian Terhadap Korupsi dan Koruptor
Srikandi Vol. 2 Angkat...
Srikandi Vol. 2 Angkat Peran Perempuan Lewat Aktivitas Inspiratif
Lewat Bincang Bisnis...
Lewat Bincang Bisnis dan Bazaar UMKM, bank bjb Ajak Kartini Masa Kini Melek Digital
Asik, Naik MRT Jakarta...
Asik, Naik MRT Jakarta hingga Transjakarta Hanya Bayar Rp1 Hari Ini
Rekomendasi
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Berita Terkini
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Persoalkan Penangkapan, Penahanan, Penggeledahan, hingga Pencekalan
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved