Satgas: WNA India Paling Banyak Terdeteksi Covid-19, tapi Bawa Dokumen Negatif

Senin, 19 April 2021 - 11:50 WIB
loading...
Satgas: WNA India Paling...
Petugas memeriksa suhu penumpang kereta di stasiun Mumbai, India. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat sebanyak 241 orang warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia selama Desember 2020 hingga April 2021.

Mereka membawa dokumen negatif Covid-19, ternyata setelah dilakukan pengetesan ulang setelah sampai di Indonesia banyak di antaranya positif Covid-19.

Adapun WNA yang paling banyak terdeteksi positif Covid-19 namun membawa dokumen negatif Covid-19 adalah dari India. Dari total WNA yang masuk ke Indonesia, dari India 30 orang, Uni Emirat Arab 26 orang, Qatar 23 orang, Jepang 21 orang, dan Turki 16 orang.

“Kita sudah lihat bahwa mereka yang datang membawa dokumen negatif Covid-19. Namun kenyataannya setelah diperiksa swab pertama positif Covid,” ungkap Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo dalam rapat koordinasi secara virtual, Senin (19/4/2021).

Doni mengatakan, mereka yang terdeteksi positif Covid-19 kemudian dilakukan isolasi untuk perawatan. “Kemudian dipisahkan, yang negatif itu melakukan karantina yang positif Covid itu melakukan isolasi untuk perawatan,” katanya.Baca juga: Kasus Penistaan Agama, PPP Desak Cabut Paspor Pria yang Ngaku Nabi ke-26

Dia juga meminta agar pembatasan pintu-pintu masuk kedatangan bekerja secara maksimal. “Kerja keras kita akan sia-sia ketika bapak-ibu yang ada di pintu masuk pintu masuk kedatangan tidak bekerja secara maksimal,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Doni meminta kepada para pekerja migran agar betul-betul memperhatikan ketentuan karantina selama lima hari. “Kepada seluruh daerah yang menjadi tempat kedatangan para pekerja migran dan juga kedatangan warga negara asing agar betul-betul memperhatikan ketentuan karantina selama 5 hari ya,” katanya.
Baca juga: Lama Tak Ada Kabar, Abu Janda Unggah Foto Bersama Istri Jerinx
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
OTT di Imigrasi Jakbar...
OTT di Imigrasi Jakbar Terkait Pengurusan Izin Tinggal WNA
321 WNA Kelola 75 Situs...
321 WNA Kelola 75 Situs Judol di Hayam Wuruk, Bareskrim Telusuri Aliran Dana hingga Sponsor
Imigrasi Perketat Pengawasan...
Imigrasi Perketat Pengawasan Aktivitas Warga Asing di Bali
Gandeng Vantara India,...
Gandeng Vantara India, Kemenhut Berharap Bisa Revitalisasi Rumah Sakit Gajah Sumatera
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Berita Terkini
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Infografis
Serupa tapi Tak Sama,...
Serupa tapi Tak Sama, Ini Beda Tes PCR Covid-19 dan Cacar Monyet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved