Namanya Didorong Jadi Mendikbudristek, Abdul Mu'ti: Wait and See Saja
Minggu, 18 April 2021 - 09:51 WIB
loading...
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Muti mengaku belum ada komunikasi dari pihak Istana kepada dirinya ataupun kepada Muhammadiyah secara kelembagaan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nama Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti kembali disorot di tengah isu reshuffle kabinet . Pada sesi kocok ulang ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melebur Kemenristek ke dalam Kemendikbud.
Mu'ti saat dikonfirmasi mengenai ini, tidak berbicara banyak. Ia mengaku belum ada komunikasi dari pihak Istana kepada dirinya ataupun kepada Muhammadiyah secara kelembagaan. "Sampai sekarang tidak ada komunikasi. Hanya tahu dari berita media," ujarnya kepada MNC Portal, Minggu (18/4/2021). Baca juga: Soal Reshuffle Kabinet, Muhammadiyah Tegaskan Tak Meminta-minta Jabatan
Kendati demikian, Mu'ti menunggu dan melihat perkembangan yang akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. "Wait and see saja," ucapnya.
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan pihaknya tidak pernah meminta-minta jabatan kepada Presiden Jokowi menjelang reshuffle kabinet. Namun bila Jokowi memintanya, maka Persyarikatan akan menyiapkan figurnya.
"Ya siaplah. Tapi Muhammadiyah tidak akan minta-minta apalagi mendesak-desak Presiden. Muhammadiyah sadar itu bahwa hal tersebut adalah hak prerogatif dari Presiden," tutur Anwar.
Menurut Buya Anwar-sapaan akrabnya, Muhammadiyah memiliki banyak kader dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Mereka memiliki gelar doktor hingga profesor. Jumlah yang sudah terinventarisir mendekati 500 orang.
Namun demikian, sekali lagi Buya Anwar menegaskan bahwa reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Muhammadiyah tak akan cawe-cawe terhadap hal tersebut.
Mu'ti saat dikonfirmasi mengenai ini, tidak berbicara banyak. Ia mengaku belum ada komunikasi dari pihak Istana kepada dirinya ataupun kepada Muhammadiyah secara kelembagaan. "Sampai sekarang tidak ada komunikasi. Hanya tahu dari berita media," ujarnya kepada MNC Portal, Minggu (18/4/2021). Baca juga: Soal Reshuffle Kabinet, Muhammadiyah Tegaskan Tak Meminta-minta Jabatan
Kendati demikian, Mu'ti menunggu dan melihat perkembangan yang akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. "Wait and see saja," ucapnya.
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan pihaknya tidak pernah meminta-minta jabatan kepada Presiden Jokowi menjelang reshuffle kabinet. Namun bila Jokowi memintanya, maka Persyarikatan akan menyiapkan figurnya.
"Ya siaplah. Tapi Muhammadiyah tidak akan minta-minta apalagi mendesak-desak Presiden. Muhammadiyah sadar itu bahwa hal tersebut adalah hak prerogatif dari Presiden," tutur Anwar.
Menurut Buya Anwar-sapaan akrabnya, Muhammadiyah memiliki banyak kader dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Mereka memiliki gelar doktor hingga profesor. Jumlah yang sudah terinventarisir mendekati 500 orang.
Namun demikian, sekali lagi Buya Anwar menegaskan bahwa reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Muhammadiyah tak akan cawe-cawe terhadap hal tersebut.