Politikus Demokrat Khawatir jika Reshuffle Terpaksa Dilakukan karena Tekanan

loading...
Politikus Demokrat Khawatir jika Reshuffle Terpaksa Dilakukan karena Tekanan
Wacana reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), membuat politikus Partai Demokrat, Benny K Harman ikut angkat bicara. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
JAKARTA - Wacana reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat politikus Partai Demokrat Benny K Harman angkat bicara. Dalam cuitannya di akun tweeter @bennyHarmanid mengatakan, reshuffle atau tidak sepenuhnya hak Presiden.

Baca juga: Begini Perjalanan Reshuffle Kabinet di Era Jokowi

Karena itulah ciri dari pokok system demokrasi presidensil. "Meski begitu kita sungguh khawatir reshuffle kabinet dilakukan terpaksa akibat tekanan cukong," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini seperti dikutip dari akun Twitternya @bennyHarmanid, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Soal Reshuffle Kabinet, Menkominfo: Itu Domain Presiden

Benny melanjutkan, sumber kekuasaan presiden itu dari rakyat bukan dari para cukong #liberte. Kritikan pedas dari Benny ini setelah ada isu reshuffle kabinet kerja kembali bergulir. Rencana pembentukan Kementrian Investasi dan peleburan Kemenristek dan Kemendikbud.



Untuk diketahui, kabar reshuffle memang tengah menguat seiring dengan disetujuinya peleburan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Selain itu juga munculnya kementerian baru bernama Kementerian Investasi.

Presiden Jokowi diyakini akan melakukan perombakan itu dalam waktu dekat. Terlebih ada menteri yang sudah berpamitan ke publik. Untuk itu, banyak reaksi keras mulai pro dan kontra dengan rencana pemerintah tersebut.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top