Isu Reshuffle Kabinet, Presiden Jokowi Juga Diminta Evaluasi Moeldoko
Kamis, 15 April 2021 - 13:55 WIB
loading...
Pos Kepala KSP Moeldoko dinilai layak dievaluasi Presiden Jokowi terkait rencana reshuffle kabinet. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam menyatakan, jika sudah mendirikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), seharusnya nomenklatur Ristek itu dijalankan sekalian oleh BRIN. Menurutnya, jika ditempelkan ke Dikbud, maka tupoksi lembaga menjadi semakin kompleks.
Hal itu dikatakan Umam menanggapi usulan peleburan nomenklatur kementerian dan kementerian investasi yang 'memaksa' presiden Jokowi harus merombak (reshuffle) kabinetnya.
"Ristek ini harus diurus serius. Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan memiliki lembaga serupa, yg mengembangkan riset-riset terapan dan menjadi inkubator bagi perusahaan-perusahaan teknologi dan manufaktur, untuk dibimbing, dikembangkan, dicarikan skema pendanaan, dan didukung strategi marketingnya, sehingga banyak produk-produk teknologi terapan berhasil diproduksi oleh kebersamaan pasar dan negara," ungkapnya saat dihubungi, Kamis (15/4/2021).
Umam mengaku menyaksikan sendiri pada saat datang ke markas besarnya ITRI Taiwan, lembaga riset teknologi dan inkubator UMKM tekolonogi yang akhirnya berhasil menelorkan brand-brand terkenal seperti Acer, LG dan lainnya.
"Jadi, untuk menjalankan fungsi itu, BRIN harus menetapkan prioritas riset dan development dg support yang jelas dan terukur, bebas dari kepentingan branding politik yang sering dimanfaatkan politisi-politisi yang numpang tenar," ujarnya.
Hal itu dikatakan Umam menanggapi usulan peleburan nomenklatur kementerian dan kementerian investasi yang 'memaksa' presiden Jokowi harus merombak (reshuffle) kabinetnya.
"Ristek ini harus diurus serius. Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan memiliki lembaga serupa, yg mengembangkan riset-riset terapan dan menjadi inkubator bagi perusahaan-perusahaan teknologi dan manufaktur, untuk dibimbing, dikembangkan, dicarikan skema pendanaan, dan didukung strategi marketingnya, sehingga banyak produk-produk teknologi terapan berhasil diproduksi oleh kebersamaan pasar dan negara," ungkapnya saat dihubungi, Kamis (15/4/2021).
Umam mengaku menyaksikan sendiri pada saat datang ke markas besarnya ITRI Taiwan, lembaga riset teknologi dan inkubator UMKM tekolonogi yang akhirnya berhasil menelorkan brand-brand terkenal seperti Acer, LG dan lainnya.
"Jadi, untuk menjalankan fungsi itu, BRIN harus menetapkan prioritas riset dan development dg support yang jelas dan terukur, bebas dari kepentingan branding politik yang sering dimanfaatkan politisi-politisi yang numpang tenar," ujarnya.
Lihat Juga :