Isu Reshuffle Semakin Kencang, Dua Bulan Lalu Jokowi Sempat Sampaikan Ini

Rabu, 14 April 2021 - 12:16 WIB
loading...
Isu Reshuffle Semakin...
Terlepas dari berbagai prediksi tersebut, dua bulan lalu yakni pada Februari, Presiden Jokowi menegaskan tak akan melakukan reshuffle kabinet. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Isu reshuffle kabinet akhir-akhir ini semakin kencang. Hal ini menyusul peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan adanya nomenklatur baru yakni Kementerian Investasi.

Beberapa kalangan memastikan bahwa Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) akan mengangkat sosok baru untuk mengisi Kementerian Investasi. Namun ada juga yang menyebut bahwa Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia akan digeser ke posisi tersebut. Baca juga: Reshuffle Kabinet, 6 Menteri Baru Dinilai Berpeluang Dipertahankan Jokowi

Kemudian nasib Mendikbud Nadiem Makarim masih belum jelas apakah akan dipertahankan atau diganti karena adanya peleburan. Sementara itu Bambang Brodjonegoro tentunya dipastikan tak akan menjabat sebagai Menristek. Namun setelah itu juga belum dipastikan apakah Bambang tetap di pemerintahan atau tidak.

Selain itu juga ada yang menyebut pos-pos lain yang perlu dilakukan reshuffle. Terutama menteri-menteri yang tidak berkinerja baik.

Terlepas dari berbagai prediksi tersebut, dua bulan lalu yakni pada Februari, Presiden Jokowi menegaskan tak akan melakukan reshuffle kabinet. “Oh ndak, ndak ada, ndak ada,” katanya dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/2/2021).

Dia menegaskan saat ini tengah fokus dalam menangani pandemi COVID-19. “Kita urus pandemi ini. Reshuffle lagi, itu siapa lagi itu. Referensinya siapa. Ndak, saya jawab tegas, ndak ada,” tuturya.

Seperti diketahui Jokowi telah melakukan perombakan kabinet pada akhir Desember lalu. Jokowi melantik enam menteri baru di jajaran Kabinet Indonesia pada tanggal 23 Desember 2020 lalu. Baca juga: Pengamat: Reshuffle Kabinet Dalam Praktiknya Tidak Sepenuhnya Bergantung Presiden

Keenam menteri yang dilantik adalah Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan. Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, dan Wahyu Sakti Trenggono ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Cara Summarecon Crown...
Cara Summarecon Crown Gading Bekasi Bangun Gaya Hidup Sehat Bersama Komunitas
35 Tahun Berkarya, Twilite...
35 Tahun Berkarya, Twilite Orchestra Siapkan Konser Akbar Bersama Solois Internasional dan 200 Penyanyi
Naik 29%, Bukalapak...
Naik 29%, Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun di Semester I 2026
Berita Terkini
PWI Cabut Laporan Polisi...
PWI Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
Perindo Bekali Anggota...
Perindo Bekali Anggota Legislatif Strategi Pemenangan dan Pemahaman Teknis Kepemiluan
Anggota DPRD Jatim Ditahan...
Anggota DPRD Jatim Ditahan KPK, Diduga Beri Suap Rp1,5 Miliar demi Jatah Dana Hibah Rp83,4 Miliar
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Dorong Ambang Batas Fraksi daripada Ambang Batas Parlemen
Dasar Penetapan Febrie...
Dasar Penetapan Febrie sebagai Tersangka TPPU Dipertanyakan
Mantan Dirut PGN Dituntut...
Mantan Dirut PGN Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Jual Beli Gas
Infografis
Pertemuan Putin dan...
Pertemuan Putin dan Trump Digelar Bulan Ini di Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved