Bencana NTT, PABOI Evakuasi Pasien Patah Tulang Belakang di Lembata

loading...
Bencana NTT, PABOI Evakuasi Pasien Patah Tulang Belakang di Lembata
Tim Tanggap Bencana PABOI membantu korban bencana di Lembata, NTT yang mengalami patah tulang belakang. FOTO/DOK.PABOI
JAKARTA - Delapan dokter orthopaedi yang tergabung dalam Tim Tanggap Bencana Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) hingga kini masih bertugas di lokasi bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Kamis (8/4/2021).

Salah satu anggota tim, I Made Buddy Setiawan mengatakan, saat ini mereka sedang membantu mengevakuasi pasien yang membutuhkan tindakan cukup serius. Salah satu pasiennya seorang perempuan berusia 38 tahun yang merupakan korban dari bencana badai siklon di Lembata, NTT.

Dokter yang tergabung dalam organisasi PABOI dan IOSS/PCI itu mengatakan, pasien ini menderita patah tulang belakang dan luka-luka pada seluruh tubuh akibat terbawa arus banjir. Akibatnya, korban lumpuh pada kedua kakinya.

Baca juga: Update Korban Bencana di NTT: 178 Meninggal, 47 Orang Masih Hilang

"Kondisi ini harus segera dioperasi sehingga peluang pasien untuk bisa berjalan kembali lebih besar," katanya kepada media melalui keterangan tertulis, Selasa (13/4/2021).

Adapun anak dan keluarga dari pasien sudah ditangani di RS Lewoleba. Namun untuk operasi tulang belakang membutuhkan alat dan fasilitas yang khusus, sehingga mengurangi risiko terjadinya komplikasi pascaoperasi.



Ia menjelaskan, selain patah tulang belakang yang diderita korban, anak perempuannya yang baru berusia 8 tahun harus kehilangan kaki kanannya karena beratnya cedera yang dialami. Anak pasien mengalami patah tulang terbuka pada kaki kanannya.

Baca juga: MNC Peduli Salurkan 4 Unit Genset untuk Korban Banjir di NTT

Tim dokter sudah berusaha untuk menyelamatkan kakinya dengan operasi yang pertama, namun dalam perkembangannya kakinya mulai menghitam dan infeksi berat, sehingga harus diamputasi untuk menyelamatkan nyawa anaknya.

Meski cukup cepat, tapi berkat adanya koordinasi dan persiapan yang baik antara tim dokter orthopaedi di Lembata dengan tim dokter orthopaedi yang bertugas di RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka, proses evakuasi bisa dilakukan.

Sementara, Ketua dan Sekjen PABOI, Edi Mustamsir dan Adib Khumaidi meminta pemerintah dan petugas penanganan bencana agar tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di area bencana ini.

"Para tim medis juga harus lebih waspada agar tidak terpapar Covid-19, mengingat masih banyak korban yang belum tertangani dan jumlah tim medis yang terbatas. Tim PABOI saat ini juga membuka bantuan donasi alat medis dan obat-obatan bagi para korban melalui berbagai cabang," katanya.



(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top