Cerita Bambang Brodjonegoro tentang Peleburan Kemenristek ke Kemendikbud
Senin, 12 April 2021 - 11:21 WIB
loading...
Menristek/Kepala Badan Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro (kiri). Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kurang lebih 1,5 tahun, Bambang Brodjonegoro memimpin Kementerian Riset dan Teknologi ( Kemenristek )/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Namun, Bambang mengatakan hingga kini hanya perpres struktur organisasi Kemenristek yang diterbitkan. Sementara, perpres terkait struktur organisasi BRIN belum juga terbit.
Dia menyebut bahwa memimpin organisasi lini dengan struktur seadanya. "Perpres Ristek yang keluar dan saya sudah lantik. Tapi isinya Sesmen (Sekretaris Menteri), Staf Ahli, that’s it. Sesmen pun tidak punya organisasi. Staf ahli juga tahu sendiri tidak punya struktur. Jadi hanya dengan itu saja saya coba jalankan organisasi," katanya dikutip dari akun youtube Ikatan Alumni Program Habibie Center (IABIE), Minggu (11/4/2021).
"BRIN-nya yang harusnya menjadi yang utuh. Lengkap dengan eselonisasinya, lengkap dengan deputi-deputi, sestama, dan segala macam lengkap dengan organ-organnya itu tidak pernah muncul," ujarnya.
Baca juga: Penggabungan Kemenristek-Kemendikbud Tingkatkan Penelitian dan Inovasi Kampus
Bambang mengatakan bahwa tidak pernah munculnya Perpres Organisasi BRIN karena ada pihak yang menginginkan bahwa BRIN harus dipisah dari Kemenristek. BRIN seharusnya menjadi organisasi yang melakukan penelitian secara konkret.
Menurut Bambang, dia tidak terlalu berkenan cara itu. "Sehingga akhirnya deadlock selama satu tahun. Perpresnya tidak pernah keluar," tuturnya.
Dia menyebut bahwa memimpin organisasi lini dengan struktur seadanya. "Perpres Ristek yang keluar dan saya sudah lantik. Tapi isinya Sesmen (Sekretaris Menteri), Staf Ahli, that’s it. Sesmen pun tidak punya organisasi. Staf ahli juga tahu sendiri tidak punya struktur. Jadi hanya dengan itu saja saya coba jalankan organisasi," katanya dikutip dari akun youtube Ikatan Alumni Program Habibie Center (IABIE), Minggu (11/4/2021).
"BRIN-nya yang harusnya menjadi yang utuh. Lengkap dengan eselonisasinya, lengkap dengan deputi-deputi, sestama, dan segala macam lengkap dengan organ-organnya itu tidak pernah muncul," ujarnya.
Baca juga: Penggabungan Kemenristek-Kemendikbud Tingkatkan Penelitian dan Inovasi Kampus
Bambang mengatakan bahwa tidak pernah munculnya Perpres Organisasi BRIN karena ada pihak yang menginginkan bahwa BRIN harus dipisah dari Kemenristek. BRIN seharusnya menjadi organisasi yang melakukan penelitian secara konkret.
Menurut Bambang, dia tidak terlalu berkenan cara itu. "Sehingga akhirnya deadlock selama satu tahun. Perpresnya tidak pernah keluar," tuturnya.
Lihat Juga :