Perkuat Pencegahan Paham Radikal Terorisme lewat Dialog Kebangsaan
Minggu, 11 April 2021 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
“Kita yakin bahwa sebagai anak bangsa tentunya kita tidak ingin virus ini akhirnya akan merusak bangsa kita. Kita tidak ingin ada lagi anak-anak kita yang terjebak dalam ajaran-ajaran sesat ini. Jadi alam rangka membangun imunitas itu tidak lain adalah peran dari para tokoh tokoh masyarakat, peran dari tokoh tokoh agama, peran dari tokoh-tokoh adat,” tutur mantan Kapolda Papua itu.Baca juga: Milenial Jadi Sasaran Propaganda Virtual Terorisme, Crtitical Thinking Solusinya
Boy melihat tantangan dan permasalahan bangsa ini tidak lepas dari pengaruh pengaruh virus ideologi transnasional. Perlu untuk meningkatkan ketahanan bangsa dengan memberikan sebuah edukasi dan pencerahan kepada masyarakat, khususnya di kalangan anak muda.
“Tantangan kita adalah bagaimana yang muda-muda ini tidak lagi mudah terpedaya oleh ajaran-ajaran atau doktrin-doktrin yang mengusung ideologi terorisme . Yang mengusung itu pasti jauh lebih senior usianya dibanding mereka yang dijadikan martir bom bunuh diri,” tutur mantan Kepala Divisi Humas Polri ini.Baca juga: Pemerintah Perlu Perkuat Resistensi Masyarakat terhadap Radikalisme
Dia menegaskan institusinya berusaha membangun kekebalan bangsa dari pengaruh-pengaruh virus tersebut dengan cara memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Cara tersebut dapat membentengi anak-anak muda dari ideologi lain yang ditawarkan sehingga dapat dicegah dan bisa berhenti.
“Untuk itu kami mengajak kepada Gugus Tugas Pemuka Agama yang telah menjadi mitra BNPT ini untuk bersama-sama bisa mencegah penyebaran ideologi radikal intoleran tersebut kepada anak-anak muda kita. Untuk itu kami sangat berterima kasih dan berharap dari organisasi tingkat pusat yang memiliki organisasi sampai level di daerah-daerah untuk bisa mewarning dan mengawasi masuknya virus radikal intoleran yang merupakan karakter dari ideologi terorisme tersebut,” ucapnya mantan Kapolda Banten ini.
Sementara itu, Anggota Wantimpres Habib Muhammad Luthfi bin Yahya juga turut menyampaikan tidak mungkin BNPT dapat bekerja sendiri. Dengan berkumpulnya para tokoh di sini untuk memikirkan generasi penerus bangsa menjadi pembangun-pembangun bangsa.
Boy melihat tantangan dan permasalahan bangsa ini tidak lepas dari pengaruh pengaruh virus ideologi transnasional. Perlu untuk meningkatkan ketahanan bangsa dengan memberikan sebuah edukasi dan pencerahan kepada masyarakat, khususnya di kalangan anak muda.
“Tantangan kita adalah bagaimana yang muda-muda ini tidak lagi mudah terpedaya oleh ajaran-ajaran atau doktrin-doktrin yang mengusung ideologi terorisme . Yang mengusung itu pasti jauh lebih senior usianya dibanding mereka yang dijadikan martir bom bunuh diri,” tutur mantan Kepala Divisi Humas Polri ini.Baca juga: Pemerintah Perlu Perkuat Resistensi Masyarakat terhadap Radikalisme
Dia menegaskan institusinya berusaha membangun kekebalan bangsa dari pengaruh-pengaruh virus tersebut dengan cara memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Cara tersebut dapat membentengi anak-anak muda dari ideologi lain yang ditawarkan sehingga dapat dicegah dan bisa berhenti.
“Untuk itu kami mengajak kepada Gugus Tugas Pemuka Agama yang telah menjadi mitra BNPT ini untuk bersama-sama bisa mencegah penyebaran ideologi radikal intoleran tersebut kepada anak-anak muda kita. Untuk itu kami sangat berterima kasih dan berharap dari organisasi tingkat pusat yang memiliki organisasi sampai level di daerah-daerah untuk bisa mewarning dan mengawasi masuknya virus radikal intoleran yang merupakan karakter dari ideologi terorisme tersebut,” ucapnya mantan Kapolda Banten ini.
Sementara itu, Anggota Wantimpres Habib Muhammad Luthfi bin Yahya juga turut menyampaikan tidak mungkin BNPT dapat bekerja sendiri. Dengan berkumpulnya para tokoh di sini untuk memikirkan generasi penerus bangsa menjadi pembangun-pembangun bangsa.
Lihat Juga :