BNPB Catat Lebih dari 300 Rumah Rusak Akibat Gempa Malang
Sabtu, 10 April 2021 - 21:38 WIB
loading...
BNPB mendata, ada lebih dari 300 rumah rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Malang dan daerah sekitar Jawa Timur. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB.
”Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). Baca juga: Korban Meninggal Akibat Gempa di Malang Bertambah Jadi 7 Orang
BNPB mengimpun sejumlah data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah Jawa Timur terkait dampak yang diakibatkan gempa tersebut. Dari hasil penghimpunan BNPB, total rumah yang mengalami kerusakan berat sebanyak 11 unit; rusak dengan kategori sedang sebanyak 194 unit dan rusak kategori ringan 126 unit. "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya. Baca juga: BMKG Imbau Warga Hindari Bangunan Retak Akibat Gempa Malang
Sedangkan korban meninggal dunia akibat gempa tersebut, BNPB masih menunggu verifikasi data dari BPBD. Dari data yang diperoleh sementara, korban meninggal dunia sebanyak tujuh orang, luka berat dua orang, dan luka ringan 10 orang. "Data meninggal dunia berjumlah 7 jiwa, luka berat 2, dan luka ringan 10. Korban meninggal dunia di Kabupaten Malang 3 jiwa, Lumajang 2 dan di wilayah perjalanan Lumajang – Malang 2. Korban luka-luka teridentifikasi di wilayah Kabupaten Lumajang," bebernya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang menginformasikan adanya titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari. BPBD masih melakukan pendataan jumlah warga mengungsi di lokasi pengungsian.
Catatan dari BPBD Kabupaten Lumajang, kerusakan rumah teridentifikasi di beberapa kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Tempursari (Desa Kaliuling, Desa Tempursari dan Desa Pundungsari). Kemudian, Pronojiwo (Desa Tamanayu, Desa Sidomulyo, Desa Supiturang, Desa Oro Oro Ombo).
Selanjutnya, Pasirian (Desa Gondoruso, Desa Condro), Gucialit (Desa Tunjung, Desa Kertowono, Desa Pakel), Pasrujambe (Desa Pasrujambe), Senduro (Desa Argosari, Desa Wonocempokoayu), Yosowilangun (Desa Kebonsari), Tekung (Desa Tukum).
”Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). Baca juga: Korban Meninggal Akibat Gempa di Malang Bertambah Jadi 7 Orang
BNPB mengimpun sejumlah data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah Jawa Timur terkait dampak yang diakibatkan gempa tersebut. Dari hasil penghimpunan BNPB, total rumah yang mengalami kerusakan berat sebanyak 11 unit; rusak dengan kategori sedang sebanyak 194 unit dan rusak kategori ringan 126 unit. "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya. Baca juga: BMKG Imbau Warga Hindari Bangunan Retak Akibat Gempa Malang
Sedangkan korban meninggal dunia akibat gempa tersebut, BNPB masih menunggu verifikasi data dari BPBD. Dari data yang diperoleh sementara, korban meninggal dunia sebanyak tujuh orang, luka berat dua orang, dan luka ringan 10 orang. "Data meninggal dunia berjumlah 7 jiwa, luka berat 2, dan luka ringan 10. Korban meninggal dunia di Kabupaten Malang 3 jiwa, Lumajang 2 dan di wilayah perjalanan Lumajang – Malang 2. Korban luka-luka teridentifikasi di wilayah Kabupaten Lumajang," bebernya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang menginformasikan adanya titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari. BPBD masih melakukan pendataan jumlah warga mengungsi di lokasi pengungsian.
Catatan dari BPBD Kabupaten Lumajang, kerusakan rumah teridentifikasi di beberapa kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Tempursari (Desa Kaliuling, Desa Tempursari dan Desa Pundungsari). Kemudian, Pronojiwo (Desa Tamanayu, Desa Sidomulyo, Desa Supiturang, Desa Oro Oro Ombo).
Selanjutnya, Pasirian (Desa Gondoruso, Desa Condro), Gucialit (Desa Tunjung, Desa Kertowono, Desa Pakel), Pasrujambe (Desa Pasrujambe), Senduro (Desa Argosari, Desa Wonocempokoayu), Yosowilangun (Desa Kebonsari), Tekung (Desa Tukum).
Lihat Juga :