Penutupan UKW Wartawan Parlemen, Jurnalis Diharapkan Bangun Optimisme Masyarakat
Jum'at, 09 April 2021 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Densus 88 Tangkap 12 Terduga Teroris di DKI Jakarta
Budi mengatakan,enyebutkan wartawan parlemen adalah mitra strategis yang memberi warna pada parlemen. “Kami menyebutnya sebagai Jendela MPR, karena melalui media masyarakat bisa mengerti dan paham apa yang dikerjakan oleh MPR, DPR, maupun DPD,” ujarnya.
Apalagi pada tahun ini, lembaga di parlemen tetap menyelenggarakan agenda tahunan kenegaraan seperti Sidang Tahunan MPR. Wawan berharap dengan memberitakan agenda kenegaraan di lingkungan parlemen, media dan jurnalis bisa menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia internasional bahwa kita tetap optimis bisa melawan dan bangkit dari situasi pandemi Covid-19. “Itulah harapan kepada peran media dan jurnalis,” tutur alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini.
Wawan juga berharap media dan jurnalis ikut meneguhkan lembaga MPR sebagai Rumah Kebangsaan Pengawal Ideologi Pancasila dan Kedaulatan Rakyat. Dengan kemampuan menulis dan menarasikan, para jurnalis bisa mendorong masyarakat untuk mengimplementasikan Pancasila. Misalnya, soal toleransi, atau penghormatan pada agama di bulan Ramadhan. “MPR bersama media bisa menyampaikan hal-hal dengan narasi positif yang menyejukan dan membuat kita optimis,” ucapnya.
UKW Angkatan Ke-51 diikuti 28 peserta muda dari berbagai media. Setelah dilakukan UKW selama dua hari, 27 peserta dinyatakan kompeten. Satu orang dinyatakan gugur karena terlambat hadir pada hari kedua sehingga tidak diperkenankan melanjutkan UKW.
Budi mengatakan,enyebutkan wartawan parlemen adalah mitra strategis yang memberi warna pada parlemen. “Kami menyebutnya sebagai Jendela MPR, karena melalui media masyarakat bisa mengerti dan paham apa yang dikerjakan oleh MPR, DPR, maupun DPD,” ujarnya.
Apalagi pada tahun ini, lembaga di parlemen tetap menyelenggarakan agenda tahunan kenegaraan seperti Sidang Tahunan MPR. Wawan berharap dengan memberitakan agenda kenegaraan di lingkungan parlemen, media dan jurnalis bisa menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia internasional bahwa kita tetap optimis bisa melawan dan bangkit dari situasi pandemi Covid-19. “Itulah harapan kepada peran media dan jurnalis,” tutur alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini.
Wawan juga berharap media dan jurnalis ikut meneguhkan lembaga MPR sebagai Rumah Kebangsaan Pengawal Ideologi Pancasila dan Kedaulatan Rakyat. Dengan kemampuan menulis dan menarasikan, para jurnalis bisa mendorong masyarakat untuk mengimplementasikan Pancasila. Misalnya, soal toleransi, atau penghormatan pada agama di bulan Ramadhan. “MPR bersama media bisa menyampaikan hal-hal dengan narasi positif yang menyejukan dan membuat kita optimis,” ucapnya.
UKW Angkatan Ke-51 diikuti 28 peserta muda dari berbagai media. Setelah dilakukan UKW selama dua hari, 27 peserta dinyatakan kompeten. Satu orang dinyatakan gugur karena terlambat hadir pada hari kedua sehingga tidak diperkenankan melanjutkan UKW.
Lihat Juga :