Jokowi: Pemerintah Akan Tegas terhadap Segala Bentuk Intoleransi
Rabu, 07 April 2021 - 15:11 WIB
loading...
Presiden Jokowi membuka Munas IX LDII secara virtual, dari Istana Negara Jakarta, Rabu (7/4/2021). Foto/setkab
A
A
A
JAKARTA - Pesiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong moderasi beragama di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2021, secara virtual, Rabu (7/4/2021) dari Istana Negara, Jakarta.
“Pemerintah berkomitmen dan akan terus berupaya untuk mendorong moderasi beragama. Sikap-sikap yang tidak toleran, apalagi yang disertai dengan kekerasan fisik maupun verbal harus hilang dari bumi pertiwi Indonesia. Sikap keras dalam beragama yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat tidak boleh ada di negeri kita yang kita cintai ini,” kata Jokowi seperti dikutip dari laman setkab.go.id.
Menurut dia, kehidupan keagamaan harus berpedoman kepada ajaran keagamaan yang sejuk, ramah, serta mengedepankan toleransi, bukan yang bersifat tertutup dan eksklusif.
Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah tidak akan membiarkan tumbuhnya sikap tertutup dan intoleran. “Beberapa kali sudah saya sampaikan di setiap sambutan, pemerintah akan bersikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi yang bisa merusak sendi-sendi kebangsaan kita,” tuturnya.Baca juga: Pengamat: Secara Ketokohan Jokowi Layak Jadi Ketua Umum Partai
Presiden juga menekankan organisasi keagamaan di Indonesia harus meningkatkan moderasi beragama yang mendukung persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut, imbuhnya, dalam dilakukan melalui empat hal.
“Pemerintah berkomitmen dan akan terus berupaya untuk mendorong moderasi beragama. Sikap-sikap yang tidak toleran, apalagi yang disertai dengan kekerasan fisik maupun verbal harus hilang dari bumi pertiwi Indonesia. Sikap keras dalam beragama yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat tidak boleh ada di negeri kita yang kita cintai ini,” kata Jokowi seperti dikutip dari laman setkab.go.id.
Menurut dia, kehidupan keagamaan harus berpedoman kepada ajaran keagamaan yang sejuk, ramah, serta mengedepankan toleransi, bukan yang bersifat tertutup dan eksklusif.
Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah tidak akan membiarkan tumbuhnya sikap tertutup dan intoleran. “Beberapa kali sudah saya sampaikan di setiap sambutan, pemerintah akan bersikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi yang bisa merusak sendi-sendi kebangsaan kita,” tuturnya.Baca juga: Pengamat: Secara Ketokohan Jokowi Layak Jadi Ketua Umum Partai
Presiden juga menekankan organisasi keagamaan di Indonesia harus meningkatkan moderasi beragama yang mendukung persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut, imbuhnya, dalam dilakukan melalui empat hal.
Lihat Juga :