Kicauan Fahri Hamzah soal Telegram Kapolri vs Telegram Rakyat

Rabu, 07 April 2021 - 09:30 WIB
loading...
Kicauan Fahri Hamzah...
Fahri Hamzah Fahri menyatakan isi telegram kapolri yang sudah dicabut justru tidak sesuai dengan apa yang dimaui masyarakat. Foto/instagram
A A A
JAKARTA - Surat telegram Kapolri Nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 terkait kegiatan kehumasan di lingkungan kewilayahan Korps Bhayangkara sempat membuat heboh. Dalam telegram yang sudah dicabut itu, media dilarang menyiarkan upaya atau tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan.

Media juga diminta menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas namun humanis. Telegram tersebut langsung menuai badai krtik dari berbagai kalangan sebelum akhirnya dicabut melalui dalam STR nomor: ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021 tertanggal 6 April 2021. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun juga telah meminta maaf.

Baca juga: Cabut Telegram Kapolri, Jenderal Listyo: Kami Butuh Masukan dari Masyarakat

Salah satu kritikus itu adalah Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah. Lewat cuitan di twitter, Fahri secara tidak langsung menyatakan bahwa apa yang diperintahkan kapolri lewat telegram rahasia yang sudah dicabut itu justru tidak sesuai dengan kemauan masyarakat.

"Telegram NEGARA: Jangan beritakan kekerasan Aparat. Telegram RAKYAT: Aparat Jangan Lakukan kekerasan," cuit Fahri Hamzah dikutip dari lini masa Twitter @Fahrihamzah, Rabu (7/4/2021).

Cuitan Fahri Hamzah itu pun mendapatkan 2685 likes, 25 tweet kutipan dan 591 retweet. Beragam komentar warganet menanggapi cuitan Fahri Hamzah tersebut. Bahkan ada warganet yang mengunggah video kekerasan yang dilakukan sejumlah aparat terhadap seorang warga sipil.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
6 Brigjen Pol Dimutasi...
6 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Lemdiklat Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Optimistis Irjen Wibowo Tingkatkan Pelayanan Korlantas Semakin Modern
Daftar Kapolda Baru...
Daftar Kapolda Baru yang Dilantik Kapolri pada Juli 2026, Ada Irjen Pipit Rismanto
Penasihat Ahli Kapolri:...
Penasihat Ahli Kapolri: Irjen Pol Pipit Rismanto Segera Dilantik Jadi Kapolda Jabar
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Mutasi Polri, AKBP Rulian...
Mutasi Polri, AKBP Rulian Syauri Jabat Kapolres Malang, Kombes Putu Kholis Jadi Kapolres Bekasi Kota
Rekomendasi
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Ronaldo: Portugal Belum...
Ronaldo: Portugal Belum Menang Apa Pun Sebelum Saya, Euro 2016 Setara Piala Dunia
Amerika Serikat Tersingkir,...
Amerika Serikat Tersingkir, Belgia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
3 Polisi Gugur saat...
3 Polisi Gugur saat Operasi Berantas Narkoba di Katingan, DPR: Usut Tuntas
12 Akademisi Serahkan...
12 Akademisi Serahkan Dokumen Amicus Curiae ke MK, Sebut Bank Tanah Solusi Kebuntuan Agraria
Andalkan Jokowi, PSI...
Andalkan Jokowi, PSI Diprediksi Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah
Menko Pangan Minta Sektor...
Menko Pangan Minta Sektor Lain Tiru Kemenhut dalam Perdagangan Karbon
Anak Indonesia Habiskan...
Anak Indonesia Habiskan Rp4,5 Triliun untuk Membeli Rokok
Calon Manajer Kopdes...
Calon Manajer Kopdes Tak Lagi Latihan Militer, Qodari: Pemerintah Tidak Menutup Mata
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved