Wamen LHK: Berwisata Alam Terapi Menyehatkan Mencegah COVID-19
Rabu, 07 April 2021 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
"Apalagi sampahnya yang sulit atau bahkan tidak terurai di alam. Makanya keindahan dan keunikan yang ada di alam jangan sampai tercemar sampah," katanya. (Baca juga; Ingin Berwisata Alam Tak Jauh dari Jakarta? Ini 5 Spot Danau Menarik di Bogor )
Wamen Alue juga berpesan dengan adanya ekowisata bisa menjadi penggerak green economy di Indonesia. Pengelolaan wisata alam pun membuka peluang kerja sehingga berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat, daerah, dan negara.
"Saya kira salah satu peluang Indonesia ke depan dalam rangka menuju green economy. Jadi paradigmanya yang berubah, tidak perlu mengeksploitasi alam lagi, tetapi dengan menerapkan multi environmental services," ujar Wamen Alue.
Kawasan TNGGP dengan luasan 24.270,8 hektar memiliki banyak potensi. Secara administratif, TNGGP mencakup tiga wilayah yaitu Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Dalam pengelolaannya dibagi menjadi 15 resort, dan masing-masing mempunyai segmentasi pengembangannya.
Dijelaskan Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto, TNGGP merupakan hulu dari empat Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yaitu Cimandiri, Citarum, Ciliwung, dan Cisadane. Posisinya yang strategis ini menjadikan kawasan TNGGP memiliki fungsi penting dalam pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat sekitarnya.
Dengan curah hujan tahunan mencapai 3.000-4.000 mm, menjadikan TNGGP sumber air tawar dengan kapasitas 594 miliar liter/tahun. Air yang berlimpah ini menghidupi puluhan juta jiwa masyarakat di sepanjang bantaran empat DAS.
Wamen Alue juga berpesan dengan adanya ekowisata bisa menjadi penggerak green economy di Indonesia. Pengelolaan wisata alam pun membuka peluang kerja sehingga berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat, daerah, dan negara.
"Saya kira salah satu peluang Indonesia ke depan dalam rangka menuju green economy. Jadi paradigmanya yang berubah, tidak perlu mengeksploitasi alam lagi, tetapi dengan menerapkan multi environmental services," ujar Wamen Alue.
Kawasan TNGGP dengan luasan 24.270,8 hektar memiliki banyak potensi. Secara administratif, TNGGP mencakup tiga wilayah yaitu Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Dalam pengelolaannya dibagi menjadi 15 resort, dan masing-masing mempunyai segmentasi pengembangannya.
Dijelaskan Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto, TNGGP merupakan hulu dari empat Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yaitu Cimandiri, Citarum, Ciliwung, dan Cisadane. Posisinya yang strategis ini menjadikan kawasan TNGGP memiliki fungsi penting dalam pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat sekitarnya.
Dengan curah hujan tahunan mencapai 3.000-4.000 mm, menjadikan TNGGP sumber air tawar dengan kapasitas 594 miliar liter/tahun. Air yang berlimpah ini menghidupi puluhan juta jiwa masyarakat di sepanjang bantaran empat DAS.
Lihat Juga :