Azis Syamsudin: Hentikan Stigma Terorisme Berkaitan Agama
Senin, 05 April 2021 - 08:49 WIB
loading...
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta stigma keterkaitan terorisme dengan agama untuk dihentikan. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin memandang maraknya aksi terorisme akhir-akhir ini merupakan akibat kesalahan menafsirkan keberagaman dan perbedaan. Sehingga, pala pelaku teror dengan mudah menghakimi yang bukan golongannya adalah kafir. Begitupun sebaliknya terorisme di cap sebagai agama Islam.
"Ini merupakan sebuah penafsiran yang keliru, Bangsa Indonesia harus beryukur dengan keberagaman yang dimiliki, mengingat keragaman merupakan warisan leluhur dan Bhineka Tunggal Ika menjadi sebuah ciri bangsa yang mengedepankan toleransi umat beragama, adab dan perbedaan," katanya kepada wartawan, Senin (5/4/2021).
Baca juga: Gerak Cepat Densus 88 Antiteror Polri Tangani Terorisme Diapresiasi
Maka itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan bahwa pembinaan kerukunan umat beragama merupakan sebuah prioritas yang harus dikedepankan pemerintah untuk mencegah terjadinya konflik yang berangkat dari isu agama dan perbedaan keyakinan dan pandangan, hentikan stigma terorisme yang dikaitkan dengan agama.
"Teroris bukanlah agama tertentu, masyarakat indonesia harus dapat mensyukuri, memelihara, menjaga keragaman dengan selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sosial keseharian," ucap Pimpinan DPR bidang Polhukam itu.
"Ini merupakan sebuah penafsiran yang keliru, Bangsa Indonesia harus beryukur dengan keberagaman yang dimiliki, mengingat keragaman merupakan warisan leluhur dan Bhineka Tunggal Ika menjadi sebuah ciri bangsa yang mengedepankan toleransi umat beragama, adab dan perbedaan," katanya kepada wartawan, Senin (5/4/2021).
Baca juga: Gerak Cepat Densus 88 Antiteror Polri Tangani Terorisme Diapresiasi
Maka itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan bahwa pembinaan kerukunan umat beragama merupakan sebuah prioritas yang harus dikedepankan pemerintah untuk mencegah terjadinya konflik yang berangkat dari isu agama dan perbedaan keyakinan dan pandangan, hentikan stigma terorisme yang dikaitkan dengan agama.
"Teroris bukanlah agama tertentu, masyarakat indonesia harus dapat mensyukuri, memelihara, menjaga keragaman dengan selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sosial keseharian," ucap Pimpinan DPR bidang Polhukam itu.
Lihat Juga :