MUI dan Tokoh Lintas Agama Sepakat Terorisme Bukan Jihad tapi Kejahatan
Sabtu, 03 April 2021 - 08:53 WIB
loading...
MUI dan tokoh lintas agama menyatakan terorisme bukan jalan jihad melainkan sebuah kejahatan. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) bersama para tokoh lintas agama menandatangani kesepakatan berjudul " Terorisme Bukan Jalan Kejihadan Melainkan Sebuah Kejahatan" pada Jumat (2/4/2021) di Jakarta. Dengan adanya kesepakatan ini, MUI menyampaikan aparat tak usah ragu menindak segala bentuk aksi teror.
"Terorisme tidak dapat dibenarkan sekali pun diacukan pada argumentasi teologis-keagamaan. Terorisme bukan jalan jihad melainkan sebuah kejahatan. Karena itu, aparat keamanan dan para penegak hukum tak perlu ragu untuk menindak pelaku terorisme," kata Ketua MUI Pusat Bidang Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) Buya Yusnar Yusuf.
Dari serangkaian aksi teror, MUI mengimbau seluruh masyarakat Indonesia termasuk umat beragama untuk tenang, tidak panik, dan tidak takut. Selain itu, sejumlah tokoh lintas agama mendorong dan mendukung pemerintah untuk melumpuhkan jaringan terorisme di Indonesia. Menurut mereka, terorisme merupakan upaya adu domba antarumat beragama yang mengancam kerukunan.
Baca juga: Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
"Persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) dan persaudaraan sesama warga negara (ukhuwah wathaniah) yang kita bangun bersama telah dikoyak oleh oknum yang merasa paling benar dalam menjalankan ajaran agama," ucap Ketua Komisi KAUB MUI KH Abdul Moqsith Ghazali.
Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh 11 tokoh lintas agama di antaranya, Ketua MUI Bidang KAUB Buya Yusnar Yusuf, Wasekjen MUI Bidang KAUB KH Abdul Manan A Ghani. Ketua KAUB MUI Pusat KH Abdul Moqsith Ghazali, serta Sekretaris KAUB KH M Zainuddin Daulay.
"Terorisme tidak dapat dibenarkan sekali pun diacukan pada argumentasi teologis-keagamaan. Terorisme bukan jalan jihad melainkan sebuah kejahatan. Karena itu, aparat keamanan dan para penegak hukum tak perlu ragu untuk menindak pelaku terorisme," kata Ketua MUI Pusat Bidang Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) Buya Yusnar Yusuf.
Dari serangkaian aksi teror, MUI mengimbau seluruh masyarakat Indonesia termasuk umat beragama untuk tenang, tidak panik, dan tidak takut. Selain itu, sejumlah tokoh lintas agama mendorong dan mendukung pemerintah untuk melumpuhkan jaringan terorisme di Indonesia. Menurut mereka, terorisme merupakan upaya adu domba antarumat beragama yang mengancam kerukunan.
Baca juga: Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
"Persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) dan persaudaraan sesama warga negara (ukhuwah wathaniah) yang kita bangun bersama telah dikoyak oleh oknum yang merasa paling benar dalam menjalankan ajaran agama," ucap Ketua Komisi KAUB MUI KH Abdul Moqsith Ghazali.
Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh 11 tokoh lintas agama di antaranya, Ketua MUI Bidang KAUB Buya Yusnar Yusuf, Wasekjen MUI Bidang KAUB KH Abdul Manan A Ghani. Ketua KAUB MUI Pusat KH Abdul Moqsith Ghazali, serta Sekretaris KAUB KH M Zainuddin Daulay.
Lihat Juga :