Tengku Zulkarnain ke Moeldoko dkk: Buat Partai Baru Saja, Siapa Tahu Bisa Lebih Besar

Jum'at, 02 April 2021 - 08:13 WIB
loading...
Tengku Zulkarnain ke...
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain. Foto/Instagram
A A A
JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM telah menolak permohonan pengesahan kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera utara yang dipimpin Moeldoko .

Pasca keputusan tersebut, banyak pihak memberikan pandangannya agar Moeldoko membentuk partai politik baru. Salah satunya dari Tengku Zulkarnain, mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang selama ini dikenal sering mengkritisi pemerintah ini.

Menurut dia, membuat bentuk baru akan membuat Moeldoko dkk terlihat jantan. Bahkan, mungkin saja partai yang dibentuk akan lebih besar dari Partai Demokrat.

"KLB Demokrat resmi ditolak Kemenhumkam...Buat Partai Baru saja. Biar kelihatan jantan. Siapa tahu bisa lebih besar dari aslinya...Kata Orang Jawa Soponyono...Mbok Menowo..." kata Tengku Zukarnain seperti dikutip dari lini masa akun Twitternya, @tengkuzulkarnain, Kamis 1 April 2021.
Baca juga: Survei SMRC: Ganjar Terkuat Gantikan Jokowi, Kalahkan Anies dan 5 Tokoh Paling Dikenal

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyarankan Moeldoko meniru Amien Rais yang berani membuat partai baru, yakni Partai Ummat, setelah keluar dari PAN.

"Bagusnya buat partai baru. Atau Moeldoko Cs menyebar masuk partai-partai lain selain Demokrat," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Kamis 1 April 2021.Baca juga: Moeldoko Perlu Tiru Amien Rais yang Berani Bikin Partai Ummat
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Perkuat Akar Rumput,...
Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya
Rekomendasi
Gol Tah Dianulir VAR...
Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Berita Terkini
Ketika Gen Z Membawa...
Ketika Gen Z Membawa Orang Tua ke Ruang Interview
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Ini Hal yang Memberatkan...
Ini Hal yang Memberatkan Nadiem Makarim hingga Divonis 10 Tahun Penjara
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat 4 Pati Polri Jadi Komjen, Ini Daftar Lengkapnya
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim: Mereka Tahu Saya Tidak Bersalah
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved