Demokrat Kubu AHY Belum Pikirkan Buka Pintu untuk Moeldoko
Kamis, 01 April 2021 - 15:06 WIB
loading...
Kepala BPOKK, DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron menyatakan, pihaknya belum memikirkan untuk membuka pintu bagi KSP Moeldoko, setelah ditolak pemerintah. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK), DPP Partai Demokrat (PD), Herman Khaeron menyatakan, pihaknya belum memikirkan untuk membuka 'pintu' bagi KSP Moeldoko setelah pemerintah menolak pengurusan PD hasil KLB Moeldoko.
Baca juga: Demokrat Minta Pimpinan DPR Segera Proses Pergantian Jhoni Allen
"Kami belum membicarakan itu. Kami belum membicarakan itu karena persoalan pelanggaran terhadap etika moral dan aturan partai ini kan sangat dalam gitu ya," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/4/2021).
Herman menegaskan, banyak hal yang dipertimbangkan untuk 'menerima' Moeldoko diantaranya pelanggaran etika. Sehingga, pihaknya belum memikirkan ke arah tersebut. Baca juga: Cara Kader Demokrat Pro AHY Rayakan Keputusan Pemerintah Tolak Kubu Moeldoko
Di sisi lain, pasca keputusan pemerintah yang menolak kepengurusan Moeldoko, Herman mengaku pihaknya terus menyolidkan dan mengkonsolidasikan kader-kader partai di daerah. Termasuk soal strategi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam merumuskan langkah politik ke depan.
"Apakah mereka (kubu Moeldoko) akan (akomodir) ini, kita lihat saja nanti. Gitu ya," katanya. Baca juga: Demokrat Kubu Moeldoko Hormati Keputusan Pemerintah
Herman juga enggan berspekulasi lebih lanjut terkait pernyataan Politisi Demokrat, Rachland Nasidhik yang menyatakan, kubu AHY siap menampung Moeldoko jika mantan Panglima TNI itu meminta maaf. Bahkan, Rachland mengaku pihaknya siap jika Moeldoko bergabung maka disiapkan kursi Calon Gubernur DKI.
Herman mengatakan, apa yang disampaikan Rachland merupakan pendapat pribadi. "Jadi kami belum ada pembicaraan apapun di institusi partai. Oleh karenanya pendapat pribadi dan lain sebagainya tentu itu adalah dinamika dari situsi yang terjadi di akhir-akhir ini," jelasnya.
Baca juga: Demokrat Minta Pimpinan DPR Segera Proses Pergantian Jhoni Allen
"Kami belum membicarakan itu. Kami belum membicarakan itu karena persoalan pelanggaran terhadap etika moral dan aturan partai ini kan sangat dalam gitu ya," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/4/2021).
Herman menegaskan, banyak hal yang dipertimbangkan untuk 'menerima' Moeldoko diantaranya pelanggaran etika. Sehingga, pihaknya belum memikirkan ke arah tersebut. Baca juga: Cara Kader Demokrat Pro AHY Rayakan Keputusan Pemerintah Tolak Kubu Moeldoko
Di sisi lain, pasca keputusan pemerintah yang menolak kepengurusan Moeldoko, Herman mengaku pihaknya terus menyolidkan dan mengkonsolidasikan kader-kader partai di daerah. Termasuk soal strategi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam merumuskan langkah politik ke depan.
"Apakah mereka (kubu Moeldoko) akan (akomodir) ini, kita lihat saja nanti. Gitu ya," katanya. Baca juga: Demokrat Kubu Moeldoko Hormati Keputusan Pemerintah
Herman juga enggan berspekulasi lebih lanjut terkait pernyataan Politisi Demokrat, Rachland Nasidhik yang menyatakan, kubu AHY siap menampung Moeldoko jika mantan Panglima TNI itu meminta maaf. Bahkan, Rachland mengaku pihaknya siap jika Moeldoko bergabung maka disiapkan kursi Calon Gubernur DKI.
Herman mengatakan, apa yang disampaikan Rachland merupakan pendapat pribadi. "Jadi kami belum ada pembicaraan apapun di institusi partai. Oleh karenanya pendapat pribadi dan lain sebagainya tentu itu adalah dinamika dari situsi yang terjadi di akhir-akhir ini," jelasnya.
(maf)
Lihat Juga :