Peneliti Terorisme Beberkan Alasan Anggota Ormas Memilih JAD
Kamis, 01 April 2021 - 09:42 WIB
loading...
Polisi melakukan olah TKP di lokasi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulsel, Minggu (28/3/2021). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Peneliti terorisme , Ridlwan Habib menyebutkan, pelaku teror Bom Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) . Tak sedikit, anggota JAD bekas anggota ormas yang merasa organisasinya terlalu lembek, sehingga berpindah orgnaisasi.
Peneliti terorisme, Ridlwan Habib mengatakan, pada penangkapan terduga teroris di Bekasi ditemukan atribut dan identitas bekas ormas yang sekarang sudah dilarang. Orang-orang ini biasanya tidak puas dengan organisasi lamanya dan memilih JAD yang secara langsung membolehkan melakukan serangan teror.
"Data pengadilan memang ada 35 mantan anggota ormas yang sekarang dilarang itu yang menjadi anggota JAD, termasuk Zainul Anshori, mantan pengurus di Lamongan, mereka sudah dipenjara. Mereka ingin berjihad dengan kekerasan, dan kelompok JAD menghalalkan itu karena itu mereka pindah ke JAD," katanya pada wartawan, Kamis (1/4/2021).
Baca juga: Ada Atribut FPI pada Penangkapan Terduga Teroris Condet
Menurutnya, aliran JAD adalah salafi jihadis yang memperbolehkan serangan kepada orang kafir. Latar belakang salafi jihadis memang aliran Wahabi. Meski begitu, tidak semua pengikut Wahabi yang menjadi salafi jihadis, ada juga salafi dakwah yang pro pemerintah.
Adapun soal pihak yang masih menyebutkan terorisme itu rekayasa, Ridlwan meminta polisi menangkapnya karena dinilai sebagai provokator. Pihak yang menyebut bom Makassar rekayasa atau konspirasi harus ditangkap Densus 88 dan diperiksa.
Peneliti terorisme, Ridlwan Habib mengatakan, pada penangkapan terduga teroris di Bekasi ditemukan atribut dan identitas bekas ormas yang sekarang sudah dilarang. Orang-orang ini biasanya tidak puas dengan organisasi lamanya dan memilih JAD yang secara langsung membolehkan melakukan serangan teror.
"Data pengadilan memang ada 35 mantan anggota ormas yang sekarang dilarang itu yang menjadi anggota JAD, termasuk Zainul Anshori, mantan pengurus di Lamongan, mereka sudah dipenjara. Mereka ingin berjihad dengan kekerasan, dan kelompok JAD menghalalkan itu karena itu mereka pindah ke JAD," katanya pada wartawan, Kamis (1/4/2021).
Baca juga: Ada Atribut FPI pada Penangkapan Terduga Teroris Condet
Menurutnya, aliran JAD adalah salafi jihadis yang memperbolehkan serangan kepada orang kafir. Latar belakang salafi jihadis memang aliran Wahabi. Meski begitu, tidak semua pengikut Wahabi yang menjadi salafi jihadis, ada juga salafi dakwah yang pro pemerintah.
Adapun soal pihak yang masih menyebutkan terorisme itu rekayasa, Ridlwan meminta polisi menangkapnya karena dinilai sebagai provokator. Pihak yang menyebut bom Makassar rekayasa atau konspirasi harus ditangkap Densus 88 dan diperiksa.
Lihat Juga :