Empat Alutsista Canggih Pesanan Kemhan Jadi Prioritas PT Pindad
Rabu, 31 Maret 2021 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan, permintaan dari luar negeri di antaranya dariThailand yang meminta PT Pindad untuk mengekspor munisi kaliber 556 mm dan 9 mm sebanyak 10.000 butir. Termasuk granat tangan sebanyak 5.000 butir. "Kita juga sudah dapat PO dari Amerika Serika tapi swasta sedang kita urus perizinan dan export licensenya itu sekitar 3.000 butir untuk munisi kaliber 9mm dan 3.000 butir untuk munisi kaliber 556 mm. Kita juga sedang proses akhir di Bangladesh untuk 6 unit Anoa recovery. Jadi tahun ini Thailand, Amerika Serikat dan Bangladesh, tahun kemarin juga ada," katanya.
![Empat Alutsista Canggih Pesanan Kemhan Jadi Prioritas PT Pindad]()
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal (Karo Humas Setjen) Kemhan Marsekal Pertama TNI Penny Radjendra mengatakan, PT Pindad telah menunjukkan kualitas produksinya, terbukti dengan produk-produknya yang telah diekspor ke luar negeri. Dia menjelaskan, industri pertahanan perlu terus didukung oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat karena tidak hanya bermanfaat untuk pertahanan negara, tetapi juga untuk pembangunan ekonomi nasional.
"Concern Kemhan terhadap industri pertahanan dalam negeri itu tinggi. Ini menunjukkan bahwa kita juga menumbuhkan industri dalam negeri. Siapa lagi yang akan menggunakan. Kalau kita perang yang membuat petang itu bertahan cukup lama adalah dari produksi dalam negeri," ucapnya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal (Karo Humas Setjen) Kemhan Marsekal Pertama TNI Penny Radjendra mengatakan, PT Pindad telah menunjukkan kualitas produksinya, terbukti dengan produk-produknya yang telah diekspor ke luar negeri. Dia menjelaskan, industri pertahanan perlu terus didukung oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat karena tidak hanya bermanfaat untuk pertahanan negara, tetapi juga untuk pembangunan ekonomi nasional.
"Concern Kemhan terhadap industri pertahanan dalam negeri itu tinggi. Ini menunjukkan bahwa kita juga menumbuhkan industri dalam negeri. Siapa lagi yang akan menggunakan. Kalau kita perang yang membuat petang itu bertahan cukup lama adalah dari produksi dalam negeri," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :