Moeldoko Mengaku Selalu Lantang Bicara Keberagaman
Selasa, 30 Maret 2021 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi bagaimana kita yang saat ini diberikan kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk mengarahkan negara ini agar lurus ke depan tanpa dihambat oleh rintangan-rintangan ideologis, yang pada akhirnya menghambat tujuan kita bernegara menuju 2045," tuturnya.
Baca juga: AHY Sebut Moeldoko Harus Akui Telah Tertipu Para Makelar Politik
Moeldoko mengajak seluruh pihak untuk membangun sebuah harmoni demi menjaga keberagaman. Jangan sampai bangsa ini tertarik pada intoleransi dan radikalisme yang saat ini gejalanya sudah mulai terlihat.
"Bagaimana bangsa yang besar seperti ini yang dikodratkan oleh Yang Maha Kuasa berbagai agama berbagai suku berbagai macam-macam, kita lama kelamaan menuju intoleransi, nggak boleh ini dibiarkan. Ruang intoleransi harus kita persempit bersama-sama bahkan kita harus tidak memberi ruang pada paham intoleransi dan radikalisme karena ini sungguh menghambat proses pembangunan bangsa," jelasnya.
Moeldoko mengatakan, jika tidak waspada, kita terjerembap lagi, mundur lagi bangsa ini. "Kita mesti melihat dengan jernih melihat apa yang terjadi di berbagai negara, apa yang terjadi di Irak, Libya, Syria, Yaman, dan berbagai negara lain," pungkasnya.
Baca juga: AHY Sebut Moeldoko Harus Akui Telah Tertipu Para Makelar Politik
Moeldoko mengajak seluruh pihak untuk membangun sebuah harmoni demi menjaga keberagaman. Jangan sampai bangsa ini tertarik pada intoleransi dan radikalisme yang saat ini gejalanya sudah mulai terlihat.
"Bagaimana bangsa yang besar seperti ini yang dikodratkan oleh Yang Maha Kuasa berbagai agama berbagai suku berbagai macam-macam, kita lama kelamaan menuju intoleransi, nggak boleh ini dibiarkan. Ruang intoleransi harus kita persempit bersama-sama bahkan kita harus tidak memberi ruang pada paham intoleransi dan radikalisme karena ini sungguh menghambat proses pembangunan bangsa," jelasnya.
Moeldoko mengatakan, jika tidak waspada, kita terjerembap lagi, mundur lagi bangsa ini. "Kita mesti melihat dengan jernih melihat apa yang terjadi di berbagai negara, apa yang terjadi di Irak, Libya, Syria, Yaman, dan berbagai negara lain," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :