Bom Makassar, Intelijen Negara Dituntut Harus Kerja Ekstra

loading...
Bom Makassar, Intelijen Negara Dituntut Harus Kerja Ekstra
Anggota Komite I DPD RI Abdul Rachman Thaha menegaskan, mengecam tindakan bom bunuh diri di depan halaman Gereja Katedral di Makassar, Sulawesi Selatan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Anggota Komite I DPD RI Abdul Rachman Thaha mengecam tindakan bom bunuh diri di depan halaman Gereja Katedral di Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi tersebut, merupakan perilaku tidak manusiawi.

Baca juga: Bupati Pangkep Minta Warga Tak Terprovokasi Bom Gereja Katedral

"Saya sangat sayangkan di saat ini kondisi negara kita dilanda terpaan cobaan bencana non alam, masih saja ada kelompok terorisme ini melakukan kekacauan negara, kata Abdul Rachman kepada wartawan di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar, Polri Tangkap 13 Terduga Teroris

Pria yang akrab disapa ART ini menilai, kelompok tersebut selalu berusaha mau mengadu domba melalui isu SARA sehingga timbul perpecahan ditengah masyarakat antar umat beragama.



Baca juga: Bom Makassar hingga Penangkapan Terduga Teroris Bekasi-Condet, Berikut Penjelasan Kapolda Metro Jaya

Dirinya mengimbau kepada masyarakat, jangan mudah terpancing dengan cara-cara yang mereka lakukan yakni memecah belah bangsa. "Biarkan masalah diserahkan semua kepada pihak yang berwajib dalam hal ini Polri," tekannya.

Ia yakin dan percaya Kapolri mampu menyelesaikan dan menangkap para pelaku dan tokoh di belakang aksi bom diri yang terjadi di depan Gereja Kathedral Makassar.

Di sisi lain, intelijen negara juga harus bekerja ekstra ketat , jangan sampai masih ada kejadian hal bom bunuh diri. "Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat," pungkasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top