Data Desa Presisi, Mendagri dan Mensos serta FRI Teken MoU

Senin, 29 Maret 2021 - 13:59 WIB
loading...
Data Desa Presisi, Mendagri...
Mendagri Tito Karnavian menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Menteri Sosisal Tri Rismaharini dan Forum Rektor Indonesia (FRI). Foto/Dita Angga
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Menteri Sosisal Tri Rismaharini dan Forum Rektor Indonesia (FRI). MoU tersbeut berkaitan dengan dukungan data dan informasi yang presisi menyangkut tata kelola pemerintah desa/kelurahan.

Baca juga: Lindungi Data Pribadi, Satgas Imbau Masyarakat Tak Unggah Sertifikat Vaksinasi ke Medsos

Mendagri Tito karnavian mengatakan, keberadaan data desa yang presisi akan memberi manfaat untuk pembangunan desa. Apalagi desa merupakan merupakan sistem administasi pemerintahan terkecil di Indonesia. Selain itu, setiap tahunnya pemerintah juga telah mengucurkan dana desa.

Baca juga: Implementasi Data Desa Presisi, Subang Gandeng Unsub dan IPB

"Kalau kita melihat keseriusan untuk pengelolaan desa ini, di masa pemerintahan Presiden Jokowi itu, menurut saya sangat luar biasa," kata Tito dikutip dari dalam pers rilis Puspen Kemendagri, Senin (29/3/2021).

Tito menjelaskan, MoU merupakan bentuk kolaborasi antara pembuat kebijakan dengan dunia akademik. Dia menekankan pentingnya kolaborasi untuk saling melengkapi di antara keduanya.

Baca juga: Kepala Perpusnas: Data Desa Presisi Solusi Penanggulangan Angka Buta Aksara

"Yang terbaik adalah kita membuat kebijakan bagi para pengambil kebijakan, baik pusat maupun daerah disertai dengan platform teori dan data yang kuat secara ilmiah," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mensos Tri Rismaharini mengaparesiasi ide untuk membuat data presisi di seluruh desa. Keberadaan data ini akan memudahkan pemerintah dalam menyusun kebijakan.

Apalagi persoalan selama ini saat penyusunan kebijakan seringkali disulitkan dengan pencarian data secara lengkap. Dengan adanya data desa presisi, dapat dilakukan pemantauan tak hanya berdasarkan data numerik, tetapi juga data spasial.

"Bagi kami data ini sangat penting untuk mengevaluasi. Tidak (berdasarkan) katanya siapa, tetapi bahwa secara fisik kami bisa mengetahui dengan pasti," ungkap Risma.

Sementara itu, Ketua FRI Arif Satria menjelaskan bahwa data desa presisi merupakan salah satu inovasi yang sudah berkembang di masyarakat dan akan terus ditingkatkan keakuratannya. Tujuannya, agar pengambilan keputusan dalam perencanaan dan proses pembangunan desa berjalan dengan baik.

"Apapun juga data yang saat ini ada harus terus kita sempurnakan dengan berbagai metodologi yang terus kita sempurnakan," katanya.

Arif menyebutkan, saat ini data desa presisi sudah dimanfaatkan oleh 16 kabupaten di Indonesia dan bakal terus berkembang di berbagai daerah. Arif mengatakan bahwa upaya ini akan dilakukan dengan bekerja sama dengan Kemendagri dan Kemensos.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Mendagri Berikan Penghargaan...
Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
Kemendagri-Korsel Matangkan...
Kemendagri-Korsel Matangkan Pengembangan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112
Kemendagri Dorong Pemda...
Kemendagri Dorong Pemda Lebih Inovatif Tangani Inflasi, Kemiskinan, dan Pengangguran
BNPP Renovasi 15.000...
BNPP Renovasi 15.000 Rumah Tak Layak Huni di 40 Kabupaten Kawasan Perbatasan
Mendagri: Kebijakan...
Mendagri: Kebijakan WFH Wajib Diikuti Seluruh Pemerintah Daerah
Perkuat Perbatasan,...
Perkuat Perbatasan, Mendagri-Menteri PKP Targetkan Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro
Satgas Damai Cartenz:...
Satgas Damai Cartenz: Pulan Wonda KKB yang Tembaki Tito Karnavian Buron selama 7 Tahun
Rekomendasi
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Berita Terkini
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved