Sikapi Omongan Moeldoko, Rachland Nashidik: Kader Demokrat Tak Akan Diam!
Minggu, 28 Maret 2021 - 22:17 WIB
loading...
Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik. Foto/iNews.id
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik memberikan reaksi atas pernyataan Kepala Staf Presiden Moeldoko yang mengaku bersedia menjadi pemimpin Demokrat karena ada situasi khusus dalam perpolitikan nasional, yaitu telah terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024.
Rachland menilai pernyataan Moeldoko sebagai hinaan terbuka, bukan saja kepada Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tapi juga para kader Partai Demokrat,.
Dia menegaskan seluruh kader Partai Demokrat tidak akan diam menyikapi pernyataan Moeldoko. Hal itu disampaikan Rachland melalui akun Twitternya. "Tuduhan @GeneralMoeldoko seolah ada problem ideologis di Partai Demokrat yang membahayakan NKRI bukan saja hinaan terbuka pada Presiden RI ke-6 tapi juga kepada banyak kader Demokrat yang sudah dan sedang mengabdi di pemerintahan. Seluruh kader Demokrat tidak akan diam!" cuit Rachland seperti dikutip dari lini masa akun Twitternya, @RachlanNashidik, Minggu (28/3/2021).
Menurut Rachland, ada rekayasa opini sistematik mendiskreditkan Demokrat seolah memusuhi kebhinekaan dan menantang NKRI-Pancasila. Sepperti yang dilakukan buzzer anonim yang terus menerus mendengungkan hoaks tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Moeldoko mengungkap alasan yang membuat dirinya memutuskan tawaran untuk memimpin Partai Demokrat lewat forum KLB di Sibolangit, Deli Serdang, Medan beberapa waktu lalu.Baca juga: Pertarungan Ideologis 2024 Jadi Alasan Moeldoko Terima Tawaran Pimpin Demokrat
Moeldoko menyatakan sebagai orang yang didaulat memimpin Partai Demokrat, dia melihat ada kekisruhan yang sudah terjadi. Dimana, arah Demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
Di samping itu, dia membeberkan alasan yang membuat dirinya menerima tawaran memimpin partai dari para kader partai Demokrat yang hadir dalam forum KLB. "Ada situasi khusus dalam perpolitikan nasional yaitu telah terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024," kata Moeldoko dalam akun instagramnya @dr_moeldoko, Minggu (28/3/2021).
Eks Panglima TNI itu menyebut pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenali. Menurutnya, ini telah menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas pada 2045.Baca juga: Survei: Lebih Banyak yang Tidak Setuju Moeldoko Jadi Ketum Demokrat
Rachland menilai pernyataan Moeldoko sebagai hinaan terbuka, bukan saja kepada Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tapi juga para kader Partai Demokrat,.
Dia menegaskan seluruh kader Partai Demokrat tidak akan diam menyikapi pernyataan Moeldoko. Hal itu disampaikan Rachland melalui akun Twitternya. "Tuduhan @GeneralMoeldoko seolah ada problem ideologis di Partai Demokrat yang membahayakan NKRI bukan saja hinaan terbuka pada Presiden RI ke-6 tapi juga kepada banyak kader Demokrat yang sudah dan sedang mengabdi di pemerintahan. Seluruh kader Demokrat tidak akan diam!" cuit Rachland seperti dikutip dari lini masa akun Twitternya, @RachlanNashidik, Minggu (28/3/2021).
Menurut Rachland, ada rekayasa opini sistematik mendiskreditkan Demokrat seolah memusuhi kebhinekaan dan menantang NKRI-Pancasila. Sepperti yang dilakukan buzzer anonim yang terus menerus mendengungkan hoaks tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Moeldoko mengungkap alasan yang membuat dirinya memutuskan tawaran untuk memimpin Partai Demokrat lewat forum KLB di Sibolangit, Deli Serdang, Medan beberapa waktu lalu.Baca juga: Pertarungan Ideologis 2024 Jadi Alasan Moeldoko Terima Tawaran Pimpin Demokrat
Moeldoko menyatakan sebagai orang yang didaulat memimpin Partai Demokrat, dia melihat ada kekisruhan yang sudah terjadi. Dimana, arah Demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
Di samping itu, dia membeberkan alasan yang membuat dirinya menerima tawaran memimpin partai dari para kader partai Demokrat yang hadir dalam forum KLB. "Ada situasi khusus dalam perpolitikan nasional yaitu telah terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024," kata Moeldoko dalam akun instagramnya @dr_moeldoko, Minggu (28/3/2021).
Eks Panglima TNI itu menyebut pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenali. Menurutnya, ini telah menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas pada 2045.Baca juga: Survei: Lebih Banyak yang Tidak Setuju Moeldoko Jadi Ketum Demokrat
(dam)
Lihat Juga :