Menuju New Normal Seperti Apakah Itu?

Rabu, 20 Mei 2020 - 06:41 WIB
loading...
Menuju New Normal Seperti...
Foto Ilustrasi/SINDOnews
A A A
Apa itu new normal? Berawal dari seruan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir yang meminta seluruh perusahaan pelat merah melakukan sejumlah aksi mengantisipasi dampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) demi kelanjutan aktivitas perusahaan, menyusul terbitnya Surat Edaran Nomor: S-336/MBU/05/2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal BUMN. Menanggapi surat edaran tersebut sejumlah BUMN dari berbagai sektor telah menyiapkan sejumlah skenario new normal dengan versi masing-masing, berdasarkan kapasitas dan aktivitas perusahaan.

Lebih jauh, sebagaimana dijelaskan Deputi Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi pada Kementerian BUMN, Alex Denni, skenario new normal dirumuskan dengan mengidentifikasi sejumlah variabel yang paling tidak pasti dan paling berpengaruh. Lalu, dari variabel tersebut muncul dua aspek, yaitu kepastian penemuan vaksin dan perilaku masyarakat terkait pandemi Covid-19. Berdasarkan dua aspek tersebut maka dirumuskanlah empat skenario. Skenario pertama, death zone diterjemahkan virus menyebar dengan cepat di mana vaksin belum ditemukan, dan sistem perawatan medis tidak sanggup menanggulangi pasien yang melebihi kapasitas. Sedang perilaku masyarakat sangat abai terhadap protokol keselamatan dan kesehatan.

Skenario kedua adalah new normal . Diterjemahkan bahwa kondisi virus masih ada dan vaksin belum ditemukan. Adapun perilaku masyarakat terhadap protokol keselamatan dan kesehatan membuat penyebaran Covid-19 melambat, sehingga sistem perawatan rumah sakit bisa menangani jumlah pasien dengan baik. Dengan demikian, jumlah yang meninggal sedikit dan bisnis akan mencari cara baru, produk baru, solusi baru yang dibutuhkan masyarakat dalam menjalani kehidupan dalam dunia dengan peradaban dan budaya baru. Adapun pengertian new normal bukan berarti kembali seperti kondisi normal sebelumnya.

Skenario ketiga, disebut donkeyman , yakni kondisi vaksin ditemukan dan perawatan medis bisa menanggulangi atau mengobati pasien Covid-19. Akan tetapi, perilaku masyarakat kembali tak peduli terhadap aspek keselamatan dan kesehatan. Dampaknya, rumah sakit tetap ramai, meski fatalitas akibat Covid-19 tidak tinggi. Skenario keempat, menyangkut longer life hope, vaksin ditemukan dan sistem perawatan medis bisa menanggulangi atau mengobati pasien Covid-19. Kerja secara virtual dan remote sudah menjadi kebiasaan masyarakat di mana transformasi digital terjadi secara masif dan produktivitas meningkat secara signifikan.

Lalu, bagaimana respons manajemen perusahaan pelat merah menuju new normal ? Sejumlah BUMN sedang mempersiapkan skenario, PT ASDP Indonesia Ferry sedang membentuk task force untuk merumuskan skenario new normal dengan tetap memperhatikan berbagai unsur dalam perusahaan. Tak terkecuali terhadap stakeholders perusahaan pengelola pelabuhan dan angkutan penyeberangan antarpulau itu. Begitupla dengan maskapai PT Garuda Indonesia Tbk, sedang merumuskan skema new normal yang disesuaikan dengan bidang bisnis (jasa penerbangan). BUMN sektor industri tak mau kalah, adalah PT INKA telah merumuskan skenario new normal dengan membagi karyawan menjadi dua grup. Jam kerja karyawan INKA akan dibagi menjadi dua shift baik di perkantoran maupun di pabrik.

Rupanya, skenario new normal yang akan dilaksanakan di lingkungan BUMN diapresiasi oleh anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. Dalam keterangannya yang dimuat sejumlah media massa, Mufti meyakini skenario new normal dapat memberi tiga dampak positif. Pertama , gaya hidup sehat akan semakin meningkat di lingkungan BUMN yang melibatkan jutaan orang, dari karyawan hingga ekosistemnya. Kedua , produktivitas ekonomi lokal dan nasional bisa bertahap ditingkatkan. Skenario new normal BUMN memungkinkan semua rencana bisnis kembali digerakkan lebih cepat. Ketiga , dapat menaikkan produktivitas ekonomi secara langsung yang berdampak ke masyarakat.

Tentu timbul pertanyaan mengapa mesti BUMN yang menjadi acuan yang menggerakkan masyarakat untuk menuju new normal ? Memang, perusahaan pelat merah diharapkan menjadi influencer dan role model untuk mengajak masyarakat menuju new normal , karena BUMN menjadi lokomotif lebih dari 1/3 perekonomian nasional. Pihak Kementerian BUMN berharap lokomotif tersebut dapat bergerak cepat ke new normal sehingga diikuti pergerakan new normal dengan alamiah di tengah masyarakat. Pascapandemi virus mematikan ini dipastikan gaya hidup dan aktivitas keseharian masyarakat berubah sehingga memang perlu antisiapsi sebaik mungkin untuk menghindari kegagapan yang mendadak. Sekali lagi, pengertian new normal bukan dalam konteks kembali normal sebagaimana sebelum terjadinya pandemi Covid-19. (*)
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Keren, Mahasiswa PENS...
Keren, Mahasiswa PENS Raih Juara Kompetisi Satelit Mini Dunia di Amerika Serikat
Hadirkan Tokenized Stocks,...
Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global
IU dan Lee Jong Suk...
IU dan Lee Jong Suk Resmi Putus setelah 4 Tahun Pacaran, Agensi Buka Suara
Berita Terkini
Tok! Bos Blueray John...
Tok! Bos Blueray John Field Divonis 2 Tahun Penjara Dalam Kasus Suap Bea Cukai
Melayat ke Rumah Duka,...
Melayat ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Rachmat Gobel sebagai Pribadi yang Baik dan Pekerja Keras
Harlah ke-28, PKB Canangkan...
Harlah ke-28, PKB Canangkan Gerakan Tanam Sejuta Pohon Nasional
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Ternyata Tak Tercatat di LHKPN
6 Pernyataan Jampidsus...
6 Pernyataan Jampidsus setelah Polri Usut 3 Kasus Dugaan Korupsi
Polri Sita Uang Rp476...
Polri Sita Uang Rp476 Miliar dari Rumah di Sentul, Jampidsus: Dapat Dipertanggungjawabkan
Infografis
7 Tantangan Zohran Mamdani...
7 Tantangan Zohran Mamdani Memimpin Kota New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved