Pengamat: Ketua Umum Parpol Berpeluang Jadi Capres 2024

Selasa, 23 Maret 2021 - 20:25 WIB
loading...
A A A
Suci juga menambahkan, meski aspek elektabilitas figur penting namun pada Pilpres 2024 nanti predisksinya tetap ditentukan oleh faktor partai-partai besar atau faktor koalisi partai-partai. Hal ini disebabkan belum adanya figur populer yang muncul secara kuat sebagaimana misalnya figur Jokowi saat Pilpres 2014 lalu.

“Pilpres 2024 bisa saja muncul kandidat kejutan yang tidak disangka. Namun figur Jokowi masih sangat populer saat ini, selain figur Prabowo. Namun secara keseluruhan nama-nama yang muncul tidak sekuat ketika dulu Jokowi muncul di Pilpres 2014. Artinya faktor Ketua Umum partai atau koalisi partai-partai dalam mendukung figur tertentu akan sangat menentukan,” jelas Suci.

Hal senada diungkapkan oleh Pengamat Politik yang juga Executive Director Poldata Indonesia, Fajar Arif Budiman. Fajar menyebutkan masih sangat dini menilai nama-nama kandidat capres yang berkembang saat ini.

"Apalagi jika ukurannya anak muda. Mereka punya kecenderungan lebih rasional dalam menentukan pilihan politik. Oleh karena itu, terkait pilihan politik anak muda terhadap partai politik akan cenderung pada seberapa banyak idealisme anak muda diakomodir oleh figur atau partai tertentu, apakah melalui program atau figur. Partai yang menurut mereka prospektif dan atraktif akan mendapat perhatian utama. Ini kesempatan bagi para ketua umum yang jeli melihat peluang ini. Anak muda hari-hari ini dan situasi seperti ini butuh semacam kepastian sosial ekonomi," ujar Fajar. Baca juga: Masuk Tiga Besar Capres Pilihan Anak Muda, Ridwan Kamil Bilang Begini

Fajar menyatakan belum tentu anak muda mendukung partai politik yang sibuk mencitrakan dirinya sebagai partai anak muda. Kenyataannya banyak anak muda tidak memilih partai tersebut. Hal ini tercermin dari hasil Pemilu 2019 lalu.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
KPK Usul Masa Jabatan...
KPK Usul Masa Jabatan Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Noel: Kok Lembaga Hukum Berpolitik, Ini Aneh!
Respons Usulan KPK,...
Respons Usulan KPK, PKS Akui Sudah Batasi Masa Jabatan Ketum Maksimal 2 Periode
KPK Usul Ketum Parpol...
KPK Usul Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, Bahlil: Jangan Dibuat Seragam
KPK Usul Ketum Parpol...
KPK Usul Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Bahlil: Di Golkar Setiap Munas Ada Ketua Umum Baru
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Ketum PAN Berikan Bantuan...
Ketum PAN Berikan Bantuan Pangan dan Modal Usaha untuk Korban Kebakaran Pengadegan
PPP Jawa Barat Solid...
PPP Jawa Barat Solid Dukung Agus Suparmanto Jadi Ketua Umum Partai Kabah
Pantau Peluang Maju...
Pantau Peluang Maju Caketum PSI, Jokowi: Dukungan Tingkat Bawah Penting
Rekomendasi
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved