Poster Hoaks Puan-Moeldoko Dinilai Perkeruh Kisruh Internal Demokrat

Sabtu, 20 Maret 2021 - 10:24 WIB
loading...
Poster Hoaks Puan-Moeldoko...
Beredar undangan deklarasi dukungan Puan Maharani dan Moeldoko sebagai capres-cawapres 2024. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Beredar undangan deklarasi dukungan Puan Maharani dan Moeldoko sebagai capres-cawapres 2024. Undangan dukungan deklarasi tersebut dituliskan berasal dari Pro Bakti NKRI. Di dalamnya, ada foto Puan dan Moeldoko berbaju putih dengan tulisan Puan Maharani sebagai calon presiden dan Moeldoko sebagai calon wakilnya.

Baca juga: Dikaitkan Poster Deklarasi Puan-Moeldoko, Kubu AHY Serang Balik Kubu Moeldoko

Masih di dalam undangan deklarasi dukungan Puan dan Moeldoko, tertera tanggal deklarasi dan dukungan Senin, 29 Maret 2021. Dukungan deklarasi itu disebut-sebut akan berlangsung di salah hotel berbintang di Surabaya.

Kabar ini mendapat perhatian khusus oleh Direktur Eksekutif Lemabga Kajian Anak Bangsa (LKAB) Rudi S Kamri, ia merasa aneh dan tidak masuk dalam logika berfikirnya.

"Saya cek ke sana ke mari tidak ada pemberitaan, lalu apa yang saya lakukan, saya mengecek langsung ke hotel ternyata benar-benar hoaks dan berita palsu," ujar Rudi di akun Youtube nya Kanal Anak Bangsa yang sudah memiliki 186 ribu subscriber. Sabtu (19/3/2021).

Baca juga: Hoaks, Deklarasi Pasangan Puan Maharani-Moeldoko 2024 di JW Marriott Surabaya

Dalam pandangan Rudi, pembuat poster ini sengaja membuat poster sebagai upaya framing isu dan memberikan pesan bahwa seolah-olah Megawati Soekarnoputri atau PDI Perjuangan (PDIP) terlibat dalam KOngres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang Sumatera Utara.

"Ini kan bahaya, sangat-sangat berbahaya ! mengapa? ini menjerumuskan PDIP, Bu Megawati, serta juga Moeldoko, padahal kenyataannya yang saya tahu dari beberapa elit PDIP, PDIP dan Ibu Megawati tidak tahu menahu dan justru merasa un-happy dengan kejadian Partai Demokrat," kata Rudi.

Lebih jauh Rudi mengungkapkan, poster tidak bertanggung jawab ini sengaja mendesain untuk mendiskreditkan PDIP dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

"Saya protes keras, gaya politik semacam ini, strategi poltik semacam ini kotor dan memalukan. Tidak saat nya lagi masyarakat di provokasi diadudomba seperti ini. Elite politik harusnya memberikan contoh yang baik. Provokasi seperti ini sangat memalukan dan menyudutkan bersangkutan dan tidak memberikan pembelajaran bagi siapapun," tegasnya.

Rudi meminta terhadap para korban fitnah dan hoaks ini untuk melaporkan kepihak berwajib agar dapat di proses secara hukum, karena jika terus dibiarkan sangat membahayakan keberlangsungan demokrasi negara ini.

"Saya tidak tahu luapan amunisi atau jebakan apa yang digelontorkan oleh kelompok-kelompok pro Demokrat versi AHY. Tapi menurut saya ini sangat berbahaya, mudah-mudahan ini tidak dilakukan secara sistemik atau resmi dari Partai Demokrat, kalaupun Ini dilakukan oleh orang pro Partai Demokrat selayaknya siapapun dia baik SBY maupun AHY harus menegura keras orang-orang itu," ungkapnya.

Masih kata Rudi, masalah hoaks ini jangan sampai memperkeruh suasana Selesaikan masalah internal di Partai Demokrat sendiri jangan menarik-narik orang lain karena sangat berbahaya.

"Saya sudah beberapa kali mengkritik tentang hal ini, apapun terjadi harus diakui Pak SBY Pak AHY bahwa di internal anda Partai Demokrat ada something wrong atau sesuatu yang salah kalau semuanya baik-baik saja tidak mungkin ada pembangkangan massal seperti ini," jelas Rudi.

"SBY dan AHY harus menertibkan kelompok-kelompok yang pro ini jangan pernah boleh Sebutkan post truth atau informasi informasi palsu yang dapat memperkeruh suasana," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Momen Prabowo Mencari...
Momen Prabowo Mencari Kopi saat Pidato di Rapat Paripurna DPR
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Salat di Masjid DPR,...
Salat di Masjid DPR, Puan Harap Iduladha 2026 Jadi Momen Rajut Kepedulian Sosial
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Rekomendasi
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Berita Terkini
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Infografis
Sejarah, Puan Maharani...
Sejarah, Puan Maharani Menjadi Ketua DPR 2 Periode
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved