Gunakan Besek, Atalia Ridwan Kamil Apresiasi Dapur Umum di Pangandaran
Selasa, 19 Mei 2020 - 18:44 WIB
loading...
Ketua TP PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil, meninjau pelaksanaan dapur umum di Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dan Kota Banjar, Selasa (19/5/20). (Foto: Pipin/Humas Jabar)
A
A
A
PANGANDARAN - Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan dapur umum di tiga daerah yakni Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dan Kota Banjar pada Selasa (19/5/20).
Dalam agenda tersebut, Atalia ingin memastikan bahwa dapur umum di setiap daerah konsisten dilaksanakan agar tidak ada warga Jabar yang kelaparan di tengah pandemi COVID-19.
"Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini dilakukan dengan konsisten untuk meminimalisir rawan pangan di daerah masing-masing. Karena dampak ekonomi COVID-19 sangat dirasakan oleh masyarakat," ujar Atalia di Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (19/5/20).
Saat meninjau dapur umum di Desa Karangmulya itu, Atalia mengapresiasi penggunaan besek alias tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu yang merupakan ciri khas desa-desa di Pangandaran. Hal itu belum ditemui Atalia saat meninjau dapur umum lainnya di Jabar.
Selain melestarikan tradisi masyarakat Sunda, Atalia pun menyoroti manfaat besek terhadap lingkungan. "Penggunaan besek jadi menarik sekali sehingga meminimalisir sampah plastik," ucapnya.
Selain itu, Atalia turut mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran yang menyediakan tiga unit wastafel portabel di setiap kecamatan, terutama area kerumunan warga seperti pasar, yang diharapkan dapat meminimalisir penyebaran COVID-19.
"Pemkab (Pangandaran) juga sudah menyediakan tiga wastafel portabel di masing-masing kecamatan, jadi total ada sekitar 30 wastafel di 10 kecamatan di Pangandaran," tutur Atalia.
Dalam agenda tersebut, Atalia ingin memastikan bahwa dapur umum di setiap daerah konsisten dilaksanakan agar tidak ada warga Jabar yang kelaparan di tengah pandemi COVID-19.
"Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini dilakukan dengan konsisten untuk meminimalisir rawan pangan di daerah masing-masing. Karena dampak ekonomi COVID-19 sangat dirasakan oleh masyarakat," ujar Atalia di Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (19/5/20).
Saat meninjau dapur umum di Desa Karangmulya itu, Atalia mengapresiasi penggunaan besek alias tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu yang merupakan ciri khas desa-desa di Pangandaran. Hal itu belum ditemui Atalia saat meninjau dapur umum lainnya di Jabar.
Selain melestarikan tradisi masyarakat Sunda, Atalia pun menyoroti manfaat besek terhadap lingkungan. "Penggunaan besek jadi menarik sekali sehingga meminimalisir sampah plastik," ucapnya.
Selain itu, Atalia turut mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran yang menyediakan tiga unit wastafel portabel di setiap kecamatan, terutama area kerumunan warga seperti pasar, yang diharapkan dapat meminimalisir penyebaran COVID-19.
"Pemkab (Pangandaran) juga sudah menyediakan tiga wastafel portabel di masing-masing kecamatan, jadi total ada sekitar 30 wastafel di 10 kecamatan di Pangandaran," tutur Atalia.
Lihat Juga :