Diminta Tambah Dana Bencana, DPR Balik Tanya Anggaran Gambar dan Video Doni Monardo

Selasa, 16 Maret 2021 - 20:37 WIB
loading...
Diminta Tambah Dana...
Doni Monardo Doni mengaku tidak tahu kalau komunikasi publik dimaksud menayangkan foto dan video dirinya. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mendapatkan pertanyaan 'tak lazim' dari dalam rapat dengan Komisi VIII DPR . Rudi Hartono, salah satu anggota Komisi VIII mempertanyakan banyaknya foto dan video Doni di spanduk, baliho maupun televisi berkaitan dengan penanganan Covid-19.

Rudi mengaku penasaran karena di satu sisi Doni meminta ada kenaikan anggaran BNPB, di sisi lain dia melihat anggaran komunikasi publik terlalu besar. "Maksudnya apakah mau nyalon atau apa itu, Pak? Apakah itu anggaran komunikasinya dari situ? Saya mau jawaban bapak," tanya Rudi dalam rapat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/3/2021).

(Baca: Doni Monardo Curhat ke Komisi VIII: Tren Bencana Naik, Anggaran Turun Setiap Tahun)

Mendengar pertanyaan Rudi, Doni mengatakan bahwa secara pribadi dirinya tidak tahu kalau komunikasi publik dimaksud menayangkan foto dan video dirinya. Dia mengatakan tidak pernah membayar secara langsung karena sifatnya sukarela, termasuk tayangan iklan di televisi.

"Jadi kalau bapak melihat dari awal, tidak ada 1 rupiah pun anggaran pemerintah untuk televisi, itu semuanya adalah iklan layanan masyarakat dan saya tidak pernah meminta diri saya untuk ditayangkan di televisi, Pak," jawab Doni.

"Dan Pak Doni saya kira masih layak lah kalau foto Pak Doni, yang gak layak itu foto Pak Mukhlas (Anggota Komisi), itu gak layak. Lanjut pak doni," timpal Ketua Komisi VIII, Yandri Susanto yang memimpin sidang yang disambut tawa peserta rapat.

(Baca: Tak Hentinya Doni Monardo Ingatkan Virus Corona Bukan Konspirasi)

Doni lalu melanjutkan jawabannya dengan mengatakan dia mengaku tak ingin tampil. "Jadi kalau toh mereka menayangkan ada gambar saya, kalau boleh dihapus, hapus saja, Pak," ucap mantan Danjen Kopassus itu.

Rudi pun masih mengejar. Sebab dia mengaku melihat banyak gambar Doni berukuran besar di sepanjang Jalan Thamrin. "Makanya siapa yg bayar pak, apakah dana iklan itu?" tanya politikus Partai Nasdem itu.

Menurut Doni, anggaran yang dipakai adalah anggaran komunikasi publik.yang bersifat kerjasama dengan media, tapi bukan dalam bentuk iklan.

"Jadi BNPB, Satgas, tidak pernah membayar iklan pak. Jadi kalau iklan layanan masyarakat menayangkan sesuatu, itu adalah inisiatif dari media sendiri pak. Kecuali program yang sifatnya jurnalisme perubahan perilaku yang kami melibatkan sekitar 5 ribu lebih wartawan yang bergabung program ini pak," ungkapnya.

(Baca: Gatot Nurmantyo Bicara Manuver Moeldoko: Tidak Mencerminkan Kehormatan Prajurit)

"Kemudian program bersama dengan televisi yang kami bayarkan. Itu pun berlangsung selama 3 bulan," sambung Ketua Satgas Penanganan Covid-19 itu.

Setelah tiga bulan itu, lanjut Doni, pihaknya mengaku belum ada anggaran lagi yang disediakan Dirjen.

"Sebelum bulan oktober, ada iklan-iklan layanan masyarakat itu sama sekali tidak mengeluarkan biaya pemerintah pak, nol persen pak. Dan itu karena permintaan dari mereka sendiri dan saya tidak pernah menawarkan diri saya untuk menjadi bintang iklan pak," terang Doni.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Perang AS-Israel...
Sikapi Perang AS-Israel dengan Iran, Kemenhaj Siapkan Skenario Haji 2026
BNPB Tarik Utang Luar...
BNPB Tarik Utang Luar Negeri Rp949 Miliar Buat Alat Deteksi Gempa dan Tsunami
Banjir Marak, Komisi...
Banjir Marak, Komisi VIII DPR Minta Baznas Perluas Bantuan Korban Terdampak
Update Korban Bencana...
Update Korban Bencana Sumatera: 1.200 Orang Meninggal Dunia, 143 Masih Hilang
Kepala BNPB Minta Kepala...
Kepala BNPB Minta Kepala BPBD Tak Diisi Sekda: Tugasnya Bakal Overload!
Pemulihan Sumut Pascabencana,...
Pemulihan Sumut Pascabencana, BNPB Dorong Percepatan Pembangunan Huntap, Huntara, hingga Infrastruktur
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Rekomendasi
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Berita Terkini
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Infografis
Pemerintah dan DPR Setujui...
Pemerintah dan DPR Setujui Bahas Revisi Undang-undang Desa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved