Firli Bahuri: Hari Raya Nyepi, Momentum Kendalikan Hawa Nafsu dari Korupsi

Senin, 15 Maret 2021 - 09:25 WIB
loading...
Firli Bahuri: Hari Raya...
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri turut mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1943 dengan melaksanakan Catur Bratha, Minggu 14 Maret 2021. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019–2023, Firli Bahuri mengatakan, Hari Raya Nyepi Caka 1943 dengan melaksanakan Catur Bratha, Minggu 14 Maret 2021, memiliki filosofi penyucian Buana Alit (manusia), Buana Agung (alam dan seluruh isinya) agar tercipta suasana sepi, sepi dari hiruk pikuknya gemerlap kehidupan duniawi.

Baca juga: 58 Warga Penghuni Lapas dan Rutan di Sulsel dapat Remisi Nyepi

"Yang membangkitkan hawa nafsu, keserakahan serta ketamakan dalam diri manusia, dengan menyucikan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit melalui Catur Bratha," kata Firli Bahuri, Senin (15/3/2021).

Firli mengungkapkan, saat Nyepi dan melaksanakan Catur Bratha, akan kentara sekali tingkat pengendalian diri seseorang terhadap dirinya, karena esensi dari Nyepi dan Catur Bratha adalah bagaima kita dapat mengendalikan hawa nafsu yang membangkitkan ketamakan, sisi kelam manusia.

Baca juga: Penampakan Desa Adat di Bangli Bali saat Pecalang Amankan Nyepi

Bukan hanya Hindu, pesan pengendalian hawa nafsu dan ketamakan juga disampaikan oleh agama Islam, Kristen, Buddha dan aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Baca juga: Ketua DPD Sebut Hari Raya Nyepi Momen Menemukan Makna Kehidupan

Korupsi dan perilaku koruptif adalah salah satu bentuk hawa nafsu dan ketamakan yang memiliki dampak destruktif bukan hanya bagi keuangan dan perekonomian semata, namun dapat menghancurkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Banyak contoh negara yang hancur karena korupsi, apalagi kejahatan kemanusiaan tersebut dibiarkan tumbuh subur dan menjadi budaya sehingga menjalar lalu merusak seluruh tatanan dan tata kelola bernegara bangsa tersebut," ujar Firli.

"Kita semua tentunya sependapat bahwa kendala terbesar negeri ini untuk menjadi bangsa yang besar adalah masih merajalelanya korupsi. Apalagi, tidak sedikit yang masih beranggapan bahwasanya korupsi merupakan hal biasa hingga menjadi kebiasaan di republik ini," tambahnya.

Menurut Firli, tentu cara pandang dan pemahaman seperti ini sangat keliru dan harus dirubah, salah satunya dengan memaknai esensi Nyepi dan Catur Bratha dalam setiap individu dan seluruh eksponen bangsa, agar negeri ini dapat segera terlepas dari gurita korupsi yang telah lama mencengkram republik ini.

Jika dicermati secara utuh, esensi Nyepi dan Catur Bratha juga sebagai salah satu bentuk pendidikan untuk membangun karakter, integritas dan semangat anti korupsi, mengingat muara dari persoalan korupsi adalah hilangnya integritas, karakter serta nilai-nilai antikorupsi dalam diri bangsa ini.

"Terakhir kami ucapkan Rahajeng nyanggra rahina Nyepi Caka 1943, Rahina Nyepi dumogi prasida kaanggen jalaran ngeret indria, pinaka sarana kaanggen mulat sarira ring sajeroning angga sarira," ungkap Firli.

"Selamat menyambut Hari Nyepi Caka 1943, Hari Nyepi semoga dapat dijadikan sarana menahan hawa nafsu, mari kita jadikan sebagai sarana intropeksi diri untuk meneguhkan nilai-nilai dan semangat anti korupsi," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
KPK Periksa 9 Saksi,...
KPK Periksa 9 Saksi, Telusuri Pemberian Uang ke Bupati Gatut Sunu Wibowo
Rekomendasi
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Berita Terkini
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved