Jika Gagal Rebut Demokrat, Moeldoko Disarankan Mundur Teratur dari KSP

Minggu, 14 Maret 2021 - 23:48 WIB
loading...
Jika Gagal Rebut Demokrat,...
Jika nantinya kubu KLB kalah dihadapan hukum, Moeldoko disarankan mundur sebagai Kepala Staf Presiden (KSP). Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Polemik dua kubu Partai Demokrat antara kubu Kongres Luar Biasa (KLB) dan kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus berlanjut. Jika nantinya kubu KLB kalah dihadapan hukum, Moeldoko disarankan mundur atau dipecat sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).

Baca juga: AHY Diganggu Moeldoko, JK: Bersabar, Tetap Jalin Silaturahmi dengan Tokoh

Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengatakan, polemik dua kubu Partai Demokrat menyeret nama Moeldoko menjadi buruk. Jika nanti proses pembuktian di hadapan hukum kubu KLB dinyatakan kalah, Moeldoko diminta mundur dari jabatan KSP.

"Jika Moeldoko kalah ya sebaiknya menerima konsekuensinya, termasuk mundur dari posisi KSP atau diberhentikan oleh Presiden," kata Ubedilah saat dihubungi MNC Portal, Minggu (16/3/2021).

Baca juga: Moeldoko Bercelana Pendek Beli Sayur, Iwan Fals: Mana Nyangka Itu Mantan Panglima

Pemecatan Moeldoko dari kursi KSP menjadi konsekuensi Moeldoko yang telah menerima penetapan ketua terpilih versi KLB Sumatra Utara. Moeldoko secara terang-terangan menerima putusan KLB dan siap menjadi ketua Partai Demokrat.

"Itu konsekuensi dari langkah sembrono dan arogan Muldoko yang menerima sebagai ketua partai demokrat versi KLB," bebernya.

Seperti diketahui, Moeldoko menggoyang kursi kepemimpinan AHY sebagai ketua Partai Demokrat. Upaya kudeta dilakukan Moeldoko dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dilantik Jadi Kepala...
Dilantik Jadi Kepala KSP, Kekayaan Dudung Abdurachman Rp13,3 Miliar
Profil Dudung Abdurachman,...
Profil Dudung Abdurachman, Mantan KSAD dan Jenderal Kostrad yang Jadi Kepala Staf Kepresidenan
Ini 6 Pejabat Baru yang...
Ini 6 Pejabat Baru yang Dilantik Prabowo dalam Reshuffle Kabinet Jilid V
Tiba di Istana Jelang...
Tiba di Istana Jelang Pelantikan, Qodari: Presiden Minta Saya Bantu Komunikasi
KSP Sebut Penerima Manfaat...
KSP Sebut Penerima Manfaat Program MBG Tembus 61 Juta Orang
Presiden Prabowo Akan...
Presiden Prabowo Akan Bagikan 330.000 Smart TV untuk Sekolah di Indonesia
Kepala Staf Kepresidenan...
Kepala Staf Kepresidenan Qodari Optimistis KEK Batang Buka Lapangan Kerja
Riwayat Pendidikan M....
Riwayat Pendidikan M. Qodari, dari Lembaga Survei Kini Kepala Staf Kepresidenan Prabowo
Moeldoko: Tanpa TKDN,...
Moeldoko: Tanpa TKDN, Indonesia Hanya Jadi Pusat Impor Kendaraan Listrik
Rekomendasi
Maroko Ciptakan Sejarah...
Maroko Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Berita Terkini
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
AHY Hadiri Kampanye...
AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Delpedro Marhaen Hadiri...
Delpedro Marhaen Hadiri Sidang Vonis Nadiem Makarim
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved