Putra Terbaik Maluku Utara Siap Rebut Kursi Ketua Umum PB HMI
Minggu, 14 Maret 2021 - 14:19 WIB
loading...
Riyanda Barmawi, putra asli Maluku Utara yang kini aktif menjabat sebagai pengurus PB HMI. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Perhelatan Kongres HMI XXXI di Surabaya yang dijadwalkan pada 17-22 Maret 2021 bakal berlangsung seru. Pasalnya, Kongres kali ini akan diwarnai adu kekuatan sejumlah kader terbaik untuk memperebutkan kursi 01 PB HMI periode 2021-2023.
Baca juga: HMI Pastikan Kongres ke XXXI di Surabaya Berjalan Sesuai Jadwal
Berdasarkan hasil penetapan kandidat oleh Panitia Penyelenggara Kongres HMI ke-31, keluar sejumlah nama kontestan yang terbilang tak asing lagi di kalangan kader HMI se-Indonesia.
Baca juga: Silahturahmi dengan BRI, Kapolri Dorong Inovasi UMKM di Tengah Pandemi
Dari 26 kandidat yang lolos verifikasi, muncul salah satu nama yang digadang-gadang bakal jadi kandidat terkuat di antara para pesaing lainnya. Kandidat tersebut tak lain, Riyanda Barmawi, putra asli Maluku Utara yang kini aktif menjabat sebagai pengurus PB HMI.
Alumnus FISIP Universitas Muhammadiyah Malang ini miliki rekam jejak yang memukau selama berkiprah sebagai aktivis jalanan. Kepiawaiannya menjaring komunikasi dan membangun gerakan sosial di level grass root maupun lintas sektoral tak ada yang meragukan lagi.
Baca juga: Agar Tak Ketinggalan Zaman, Pola Perkaderan HMI Harus Selaras Era Disrupsi
Sosoknya terkenal vokal dan komitmen kala menyuarakan soal keadilan di negeri ini. Baginya, memperjuangkan hak kaum minoritas dan kelompok rentan adalah misi suci yang terus ia dengungkan di setiap tempat dan masa.
Sampai saat ini dirinya masih disibukkan dengan agenda-agenda genting dan mendesak bangsa. Waktunya habis hanya untuk memperjuangkan kepentingan umat dan bangsa sebagai apa yang ia yakini selama ber-HMI.
Belakangan, ia kembali menyuarakan aspirasi daerahnya, Maluku Utara, yang menurutnya memiliki segudang sumber daya alam, namun terbelakang oleh kepentingan elite yang tidak peduli dengan masa depan daerahnya.
"Kita harus jujur, bahwa kawasan timur, khususnya Maluku Utara (Malut), memiliki sumber daya alam yang melimpah. Banyak perusahaan tambang raksasa bercokol di sana. Tapi, apa hasilnya, masyarakat Malut tetap saja miskin dan tertinggal dibandingkan daerah lainnya di Jawa dan Sumatra," ujar Riyanda di Jakarta, Ahad (14/03).
Ia mengatakan, tak sepantasnya kawasan kaya sumber daya mineral seperti Malut terbelakang dari segi ekonomi, pendidikan maupun infrastruktur.
"Ada yang tidak beres memang. Padahal, jika kekayaan alam di Bumi Malut dikelola dengan benar, masyarakatnya pasti maju dan sejahtera," paparnya.
Riyanda pun berkomitmen, seandainya ia berhasil memenangkan kompetisi di Kongres HMI, maka akan serius mengawal aspirasi Malut di kancah nasional.
"Saya berjanji jika diberi amanah oleh teman-teman pada Kongres nanti, saya akan memperjuangkan mati-matian kepentingan Malut di kancah pusat," tegas Riyanda.
Baca juga: HMI Pastikan Kongres ke XXXI di Surabaya Berjalan Sesuai Jadwal
Berdasarkan hasil penetapan kandidat oleh Panitia Penyelenggara Kongres HMI ke-31, keluar sejumlah nama kontestan yang terbilang tak asing lagi di kalangan kader HMI se-Indonesia.
Baca juga: Silahturahmi dengan BRI, Kapolri Dorong Inovasi UMKM di Tengah Pandemi
Dari 26 kandidat yang lolos verifikasi, muncul salah satu nama yang digadang-gadang bakal jadi kandidat terkuat di antara para pesaing lainnya. Kandidat tersebut tak lain, Riyanda Barmawi, putra asli Maluku Utara yang kini aktif menjabat sebagai pengurus PB HMI.
Alumnus FISIP Universitas Muhammadiyah Malang ini miliki rekam jejak yang memukau selama berkiprah sebagai aktivis jalanan. Kepiawaiannya menjaring komunikasi dan membangun gerakan sosial di level grass root maupun lintas sektoral tak ada yang meragukan lagi.
Baca juga: Agar Tak Ketinggalan Zaman, Pola Perkaderan HMI Harus Selaras Era Disrupsi
Sosoknya terkenal vokal dan komitmen kala menyuarakan soal keadilan di negeri ini. Baginya, memperjuangkan hak kaum minoritas dan kelompok rentan adalah misi suci yang terus ia dengungkan di setiap tempat dan masa.
Sampai saat ini dirinya masih disibukkan dengan agenda-agenda genting dan mendesak bangsa. Waktunya habis hanya untuk memperjuangkan kepentingan umat dan bangsa sebagai apa yang ia yakini selama ber-HMI.
Belakangan, ia kembali menyuarakan aspirasi daerahnya, Maluku Utara, yang menurutnya memiliki segudang sumber daya alam, namun terbelakang oleh kepentingan elite yang tidak peduli dengan masa depan daerahnya.
"Kita harus jujur, bahwa kawasan timur, khususnya Maluku Utara (Malut), memiliki sumber daya alam yang melimpah. Banyak perusahaan tambang raksasa bercokol di sana. Tapi, apa hasilnya, masyarakat Malut tetap saja miskin dan tertinggal dibandingkan daerah lainnya di Jawa dan Sumatra," ujar Riyanda di Jakarta, Ahad (14/03).
Ia mengatakan, tak sepantasnya kawasan kaya sumber daya mineral seperti Malut terbelakang dari segi ekonomi, pendidikan maupun infrastruktur.
"Ada yang tidak beres memang. Padahal, jika kekayaan alam di Bumi Malut dikelola dengan benar, masyarakatnya pasti maju dan sejahtera," paparnya.
Riyanda pun berkomitmen, seandainya ia berhasil memenangkan kompetisi di Kongres HMI, maka akan serius mengawal aspirasi Malut di kancah nasional.
"Saya berjanji jika diberi amanah oleh teman-teman pada Kongres nanti, saya akan memperjuangkan mati-matian kepentingan Malut di kancah pusat," tegas Riyanda.
(maf)
Lihat Juga :