Jejak Politik Anak-Anak Amien Rais
Minggu, 14 Maret 2021 - 06:16 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, Hanum dikenal sebagai seorang penulis yang sejumlah karyanya di-film-kan. Tahun 2010, Hanum menerbitkan buku berjudul Menapak Jejak Amien Rais: Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta.
Istri dari Rangga Almahendra ini juga menerbitkan novel Berjalan di Atas Cahaya dan 99 Cahaya di Langit Eropa yang kemudian diadaptasi menjadi film 99 Cahaya di Langit Eropa dan 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2.
Pada akhir Juli 2018, Hanum Rais bikin heboh setelah turut mendorong Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai calon wakil presiden (cawapres), mendampingi Prabowo Subianto. Hal ini menyusul hasil Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama yang merekomendasikan Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad menjadi cawapres di Pilpres 2019, mendampingi Prabowo.
"Marilah kita berbondong-bondong meyakinkan @ustadzabdulsomad bahwa dirinya diperlukan oleh bangsa, tidak hanya sebagai guru, namun pemimpin bangsa. Tarikh menorehkan cerita, Abu Bakar maupun Umar juga sebelumnya menolak jabatan yang diberikan pada mereka hingga mereka akhirnya menjadi umara panutan. Keulamaan dan kepemimpinan bersanding manis dalam era tersebut. Sejatinya politik dan agama memang sebuah kesatuan. Rasulullah pun telah menjadikan dirinya teladan sebagai pemimpin dan ulama terbaik sepanjang masa.
Kesempatan tidak akan datang berulang. Kehadiran UAS di tengah bangsa ini boleh jadi adalah kesempatan yang Allah berikan untuk kita. Mudah-mudahan Allah mengijabahi lewat dukungan seluruh elemen bangsa dan umat di Indonesia.
Wallahu a’lam bissshhawaab
#ustadzabdulsomad #cawapres let’s make #somadeffect everywhere!" demikian dikutip dari akun Instagram Hanum Rais.
Namun, harapan Hanum Rais kala itu tidak menjadi nyata. Pada akhirnya, Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno. Pasangan Prabowo-Sandi kalah dari Jokowi-Ma'ruf Amin.
Di sisi lain, Hanum yang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DIY dari Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Pemilu Legislatif yang digelar serentak dengan Pilpres 2019, menuai sukses. Maju dari Dapil DIY 6, Hanum sukses terpilih sebagai anggota DPRD DIY. Pada 2 September 2019, Hanum dilantik.
Berdasarkan data di laman dprd-diy-go.di, Hanum merupakan Sekretaris Fraksi PAN DPRD DIY. Dia juga duduk di Komisi B yang membidangi perekonomian dan keuangan.
3. Ahmad Mumtaz Rais
![Jejak Politik Anak-Anak Amien Rais]()
Ahmad Mumtaz Rais. Tangkapan layar Instagram @mumtaz.rais
Mumtaz Rais merupakan anak ketiga Amien Rais. Dia lahir di Yogyakarta, 17 September 1983.
Dibanding saudara kandungnya, Mumtaz Rais lebih awal menjadi anggota Dewan. Dia merupakan anggota DPR RI Periode 2009-2014. Dia maju dari PAN dan bertarung di Dapil Jawa Tengah VIII (Cilacap-Banyumas).
Pada Pemilu 2014, Mumtaz tidak nyaleg. Dia kembali maju sebagai caleg DPR RI pada Pemilu 2019 dari Dapil Jawa Tengah VI. Namun, PAN gagal mendapatkan kursi di DPR dari Jawa Tengah. Padahal, Mumtaz meraup 59.099 suara.
Pada Kongres V PAN yang digelar di Kendari, Sultra, Mumtaz tak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah sang mertua, Zulkifli Hasan, kembali terpilih menjadi ketua umum DPP PAN. Momen dia memeluk Zulhas pun diunggah di akun Instagram-nya.
"Kekuasaan itu penting, karena dengan kekuasaan kita bisa berbuat banyak untuk kemaslahatan ummat.
Selamat,
Zulhas berkuasa untuk kedua kalinya, back to back Winner," demikian keterangan di video yang diunggah di akun Instagram Mumtaz Rais.
Diketahui, pada Kongres tersebut, Amien Rais, ayah Mumtaz, mendukung Mulfachri Harahap sebagai ketum PAN. Jika Mulfachri menang, Hanafi Rais, kakak Mumtaz, menjadi sekjen.
Jejak politik Mumtaz kembali terlihat jelang Pilkada Serentak 2020. Dia mendapat rekomendasi dari DPP PAN untuk maju dalam Pilkada Sleman 2020. Baliho dipasang. Blusukan dilakukan. Namun, pada 2 Juli 2020, Mumtaz mengumumkan mundur dari pencalonan.
Di akun Instagram-nya, Mumtaz menjawab pertanyaan seputar mundurnya dia dari pencalonan. "Persiapan reshuffle, kawan...," begitu tulis Mumtaz menjawab komentar dari @helmihasanofficial.
Kala itu, beredar kabar Mumtaz akan disodorkan PAN menjadi menteri. Bahkan, ada yang mengaitkan hal ini dengan Amien Rais. Namun, Amien Rais tegas membantah kabar mencalonkan anaknya menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju. Menurut Amien, itu adalah hoaks.
"Masak saya mencalonkan anak saya menjadi menterinya Jokowi? Ya Allah, nauzubillah min zalik. Itu adalah hoaks, hoaks. Kalau ada satu orang yang belum pernah menginjak Istana, tokoh, itu namanya Amien Rais, alhamdulillah," tegas Amien, menjawab pertanyaan peserta diskusi 'Bahaya Komunisme Di Dunia Islam - Prof Dr H Muhammad Amien Rais & KH Tengku Zulkarnain' yang juga ditayangkan di channel YouTube UTZ Official.
Baca juga: Ditanya Calonkan Anaknya Jadi Menteri, Amien Rais Beri Jawaban Tegas Ini
Dan, sejarah membuktikan Mumtaz memang tak masuk dalam daftar menteri maupun wakil menteri hasil reshuffle.
Istri dari Rangga Almahendra ini juga menerbitkan novel Berjalan di Atas Cahaya dan 99 Cahaya di Langit Eropa yang kemudian diadaptasi menjadi film 99 Cahaya di Langit Eropa dan 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2.
Pada akhir Juli 2018, Hanum Rais bikin heboh setelah turut mendorong Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai calon wakil presiden (cawapres), mendampingi Prabowo Subianto. Hal ini menyusul hasil Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama yang merekomendasikan Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad menjadi cawapres di Pilpres 2019, mendampingi Prabowo.
"Marilah kita berbondong-bondong meyakinkan @ustadzabdulsomad bahwa dirinya diperlukan oleh bangsa, tidak hanya sebagai guru, namun pemimpin bangsa. Tarikh menorehkan cerita, Abu Bakar maupun Umar juga sebelumnya menolak jabatan yang diberikan pada mereka hingga mereka akhirnya menjadi umara panutan. Keulamaan dan kepemimpinan bersanding manis dalam era tersebut. Sejatinya politik dan agama memang sebuah kesatuan. Rasulullah pun telah menjadikan dirinya teladan sebagai pemimpin dan ulama terbaik sepanjang masa.
Kesempatan tidak akan datang berulang. Kehadiran UAS di tengah bangsa ini boleh jadi adalah kesempatan yang Allah berikan untuk kita. Mudah-mudahan Allah mengijabahi lewat dukungan seluruh elemen bangsa dan umat di Indonesia.
Wallahu a’lam bissshhawaab
#ustadzabdulsomad #cawapres let’s make #somadeffect everywhere!" demikian dikutip dari akun Instagram Hanum Rais.
Namun, harapan Hanum Rais kala itu tidak menjadi nyata. Pada akhirnya, Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno. Pasangan Prabowo-Sandi kalah dari Jokowi-Ma'ruf Amin.
Di sisi lain, Hanum yang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DIY dari Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Pemilu Legislatif yang digelar serentak dengan Pilpres 2019, menuai sukses. Maju dari Dapil DIY 6, Hanum sukses terpilih sebagai anggota DPRD DIY. Pada 2 September 2019, Hanum dilantik.
Berdasarkan data di laman dprd-diy-go.di, Hanum merupakan Sekretaris Fraksi PAN DPRD DIY. Dia juga duduk di Komisi B yang membidangi perekonomian dan keuangan.
3. Ahmad Mumtaz Rais

Ahmad Mumtaz Rais. Tangkapan layar Instagram @mumtaz.rais
Mumtaz Rais merupakan anak ketiga Amien Rais. Dia lahir di Yogyakarta, 17 September 1983.
Dibanding saudara kandungnya, Mumtaz Rais lebih awal menjadi anggota Dewan. Dia merupakan anggota DPR RI Periode 2009-2014. Dia maju dari PAN dan bertarung di Dapil Jawa Tengah VIII (Cilacap-Banyumas).
Pada Pemilu 2014, Mumtaz tidak nyaleg. Dia kembali maju sebagai caleg DPR RI pada Pemilu 2019 dari Dapil Jawa Tengah VI. Namun, PAN gagal mendapatkan kursi di DPR dari Jawa Tengah. Padahal, Mumtaz meraup 59.099 suara.
Pada Kongres V PAN yang digelar di Kendari, Sultra, Mumtaz tak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah sang mertua, Zulkifli Hasan, kembali terpilih menjadi ketua umum DPP PAN. Momen dia memeluk Zulhas pun diunggah di akun Instagram-nya.
"Kekuasaan itu penting, karena dengan kekuasaan kita bisa berbuat banyak untuk kemaslahatan ummat.
Selamat,
Zulhas berkuasa untuk kedua kalinya, back to back Winner," demikian keterangan di video yang diunggah di akun Instagram Mumtaz Rais.
Diketahui, pada Kongres tersebut, Amien Rais, ayah Mumtaz, mendukung Mulfachri Harahap sebagai ketum PAN. Jika Mulfachri menang, Hanafi Rais, kakak Mumtaz, menjadi sekjen.
Jejak politik Mumtaz kembali terlihat jelang Pilkada Serentak 2020. Dia mendapat rekomendasi dari DPP PAN untuk maju dalam Pilkada Sleman 2020. Baliho dipasang. Blusukan dilakukan. Namun, pada 2 Juli 2020, Mumtaz mengumumkan mundur dari pencalonan.
Di akun Instagram-nya, Mumtaz menjawab pertanyaan seputar mundurnya dia dari pencalonan. "Persiapan reshuffle, kawan...," begitu tulis Mumtaz menjawab komentar dari @helmihasanofficial.
Kala itu, beredar kabar Mumtaz akan disodorkan PAN menjadi menteri. Bahkan, ada yang mengaitkan hal ini dengan Amien Rais. Namun, Amien Rais tegas membantah kabar mencalonkan anaknya menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju. Menurut Amien, itu adalah hoaks.
"Masak saya mencalonkan anak saya menjadi menterinya Jokowi? Ya Allah, nauzubillah min zalik. Itu adalah hoaks, hoaks. Kalau ada satu orang yang belum pernah menginjak Istana, tokoh, itu namanya Amien Rais, alhamdulillah," tegas Amien, menjawab pertanyaan peserta diskusi 'Bahaya Komunisme Di Dunia Islam - Prof Dr H Muhammad Amien Rais & KH Tengku Zulkarnain' yang juga ditayangkan di channel YouTube UTZ Official.
Baca juga: Ditanya Calonkan Anaknya Jadi Menteri, Amien Rais Beri Jawaban Tegas Ini
Dan, sejarah membuktikan Mumtaz memang tak masuk dalam daftar menteri maupun wakil menteri hasil reshuffle.
Lihat Juga :