Pemerintah Terus Waspadai Penyebaran Mutasi Virus COVID-19

Sabtu, 13 Maret 2021 - 19:50 WIB
loading...
Pemerintah Terus Waspadai...
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa mutasi N439K lebih dahulu ditemukan dibandingkan B117. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus mewaspadai penyebaran mutasi virus COVID-19 di Tanah Air. Masyarakat juga harus terlibat aktif mencegah penyebaran virus dengan cara paling efektif, yakni taat protokol kesehatan.

Di Indonesia diduga sudah ada berbagai varian virus COVID-19 , seperti D614G, B117, dan N439K. Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa mutasi N439K lebih dahulu ditemukan dibandingkan B117. Baca juga: Eijkman Targetkan Deteksi 10.000 Varian Baru Virus COVID-19 Tahun Ini

"Ini sebenarnya mutasi single, hanya ada satu mutasi pada jenis varian ini. Jenis varian ini bukan yang diminta oleh WHO untuk mendapat perhatian khusus," ujar Siti Nadia Tarmizi kepada wartawan, Sabtu (13/3/2021).

Dia mengungkapkan yang mendapat perhatian khusus saat ini adalah mutasi virus B117, B135, dan P1. "N439K sama dengan D614G, satu mutasi di virus tersebut. Baru-baru ini ada satu journal yang mengatakan bahwa N439K bisa mengkamuflase pembuatan antibodi," tuturnya.

Dirinya yakin bahwa WHO bakal melakukan kajian yang lebih luas terkait mutasi N439K. "Apakah kemudian virus ini jadi salah satu yang memang perlu mendapat perhatian khusus atau tidak," katanya.

Siti Nadia menerangkan sampai saat ini belum ada data yang lebih lengkap mengenai apakah mutasi virus N439K itu lebih menyebabkan keparahan sebuah penyakit dari COVID-19 atau tidak.

"Jadi memang baru ada yang disebut sebagai virus ini dia di dalamnya, melekat pada ace reseptornya, itu dikatakan lebih kuat, tapi itu di dalam suatu uji coba melihatnya. Artinya memang baru satu journal yang mengatakan ini dan kita belum mendengar lebih lanjut dari WHO seperti apa," terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, biasanya WHO akan mengumumkan setelah melakukan kajian dari para ahli yang berasal dari berbagai negara. Namun, dia memastikan pemerintah selalu mewaspadai penyebaran mutasi virus Corona tersebut.

"Mutasi selalu dipantau oleh pemerintah, karena memang kita tahu bahwa mutasi itu selalu terjadi, dan memang itu karakter dari virusnya. Sejak awal pandemi COVID-19 sudah disampaikan bahwa memang negara harus memerhatikan terkait mutasi-mutasi virus ini," katanya.

Dia menambahkan protokol kesehatan 5M yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas masih cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penularan virus COVID-19, selain 3T (testing, tracing, treatment). Baca juga: Kemenkes: Hampir 4 Juta Orang Telah Divaksinasi COVID-19 di Tanah Air

"Kalau kemudian kita ada merasa gejala-gejala yang kita rasakan untuk segera mengetahui dan memeriksakan diri dan ditambah tentunya vaksin yang saat ini kita ketahui vaksin juga merupakan salah satu yang bisa membantu untuk kita melawan untuk menjadi tidak sakit," pungkas Siti Nadia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Dilaporkan soal Dugaan...
Dilaporkan soal Dugaan Gelar Palsu, Kemenkes: Menkes Budi Tak Pernah Cantumkan Gelar dalam Administrasinya
Rekomendasi
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved