IDI Sebut 48 Kasus COVID-19 dari Mutasi N439K Terdeteksi di Indonesia
Sabtu, 13 Maret 2021 - 15:18 WIB
loading...
A
A
A
Zubairi mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mencoba antisipasi N439K ini. “Mereka mengeluarkan EUA untuk dua jenis obat antibodi monoklonal dalam pengobatan COVID-19. Tapi, yang jadi soal, N439K ini tidak mempan diintervensi oleh obat itu,” katanya.
“Dikatakan Gyorgy Snell, Direktur Senior Biologi Struktural di Vir Biotechnology California, N439K punya banyak cara mengubah domain immunodominant untuk menghindari kekebalan (tubuh manusia) sekaligus mempertahankan kemampuannya untuk menginfeksi orang,” sambung Zubairi.
Zubairi mengatakan bahwa yang jadi catatan epidemiolog bahwa penyebaran N439K tidak secepat B117 yang menyebar di Inggris dan sudah masuk ke Indonesia. “Namun, yang jadi catatan epidemiolog, penyebaran N439K tidak secepat B117, dan semoga kedepannya juga demikian,” jelasnya. Baca juga: Mutasi B117 Meningkatkan Risiko Kematian? Begini Penjelasan LBM Eijkman
Zubairi pun berpesan dengan penemuan ini, disiplin protokol kesehatan menjadi sangat penting. Dia juga mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 belum usai. “Pesan saya. Tetap jaga jarak, pakai masker dan hindari kerumunan, apalagi di dalam ruangan. Jangan bosan saling ingatkan. Pandemi belum usai,” tegasnya.
“Dikatakan Gyorgy Snell, Direktur Senior Biologi Struktural di Vir Biotechnology California, N439K punya banyak cara mengubah domain immunodominant untuk menghindari kekebalan (tubuh manusia) sekaligus mempertahankan kemampuannya untuk menginfeksi orang,” sambung Zubairi.
Zubairi mengatakan bahwa yang jadi catatan epidemiolog bahwa penyebaran N439K tidak secepat B117 yang menyebar di Inggris dan sudah masuk ke Indonesia. “Namun, yang jadi catatan epidemiolog, penyebaran N439K tidak secepat B117, dan semoga kedepannya juga demikian,” jelasnya. Baca juga: Mutasi B117 Meningkatkan Risiko Kematian? Begini Penjelasan LBM Eijkman
Zubairi pun berpesan dengan penemuan ini, disiplin protokol kesehatan menjadi sangat penting. Dia juga mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 belum usai. “Pesan saya. Tetap jaga jarak, pakai masker dan hindari kerumunan, apalagi di dalam ruangan. Jangan bosan saling ingatkan. Pandemi belum usai,” tegasnya.
(kri)
Lihat Juga :