Penurunan Kasus Corona, DPR Berharap Warga Makin Sadar dengan Kesehatan
Jum'at, 12 Maret 2021 - 08:59 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen berpendapat, pemerintah selalu mengevaluasi penanganan pandemi, sekaligus memastikan tereksekusinya program. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan pemerintah selama ini dianggap memiliki dampak pada penurunan kasus virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen berpendapat bahwa pemerintah selalu mengevaluasi program penanganan pandemi, sekaligus memastikan tereksekusinya program yang tepat.
Baca juga: Testing Corona Turun, Satgas Sebut Banyak Laboratorium Belum Laporkan
Dia mencontohkan pemerintah menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dengan pendekatan sosial."Artinya, ada kebijakan dari pemerintah, ada juga pemanfaatan atau memaksimalkan inovasi dari warga," ujar Nabil, Jumat (12/3/2021).
Baca juga: Mutasi Virus Corona Berbahaya Ternyata Bawa Harapan untuk Vaksin Lebih Baik
Pria yang akrab disapa Gus Nabil ini mengatakan dalam konteks pendekatan sosial, pemerintah menggandeng ormas Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, warga pesantren serta ormas sosial yang punya komitmen kuat untuk ke-Indonesia-an. Dalam menjalan program vaksinasi pemerintah juga serius menggandeng ormas-ormas untuk memperlancar proses.
"Jelas sekali PPKM berpengaruh pada penurunan Covid-19. Tapi, jangan lupa juga ada faktor-faktor lain, misal semakin banyaknya warga yang sadar kesehatan, pakai masker, menaati protokol kesehatan, dan hal-hal lain yang membantu penanganan pandemi," ujar Nabil.
Baca juga: Update Corona Sebut Positif 1.398.578 Orang, 1.216.433 Sembuh dan 37.932 Meninggal
Dia mengatakan, semua pihak harus terus bekerja sama, saling menguatkan. Kata dia, pemerintah menyiapkan program-program strategis, terkait infrastruktur kesehatan dan hal lain.
"Nah, warga juga saling bantu untuk menguatkan diri, menahan diri untuk tidak bepergian, kecuali hal penting. Juga menguatkan solidaritas sosial antar warga. Semua itu, akan jadi kunci untuk penanganan pandemi," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini.
Menurut Nabil, PPKM mikro juga dalam rangka menangani pandemi secara spesifik. "Jika semua pihak sadar tantangan pandemi dan satu pemahaman dalam penanganan, maka masalah pandemi bisa segera diatasi," ungkapnya.
Dia menilai pemerintah juga menstimulasi ekonomi dengan beberapa program, di antaranya padat karya. "Jadi memang diharapkan, nanti ekonomi menggeliat, pasar menjadi pulih kembali. Di antara strateginya dengan program padat karya. Ini akan menggerakkan banyak warga agar bisa pulih secara ekonomi," katanya.
Setelah itu, lanjut dia, dukungan untuk menggerakkan UMKM dan pengusaha kecil-menengah. Di antaranya dengan kemudahan izin, pelatihan, serta bantuan modal. "Jadi prosesnya bertahap, tapi yang ingin dituju adalah kemandirian warga, ekonomi pulih, kerja kreatif dan produktif kembali bangkit," tuturnya.
Dirinya optimistis vaksinasi bisa dipercepat. Dia berpendapat, manajemen data sekaligus juga infrastruktur kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) perlu dikuatkan.
Menurut dia, masyarakat bisa melihat hasil dari kebijakan pemerintah baik untuk mengatasi krisis kesehatan maupun ekonomi. "Kita harus optimistis bisa melampaui pandemi ini," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Selasa 9 Maret, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali dan Sumatera Barat mengalami penurunan dalam empat pekan berturut-turut. Sedangkan penanganan kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Jawa Barat juga menunjukkan cukup baik.
Sebaliknya, kata Wiku, tiga provinsi yang tak menjalankan kebijakan PPKM dan PPKM skala mikro menunjukan peningkatan kasus aktif Covid-19. "Hal ini menunjukan intervensi kebijakan yang diterapkan memberikan dampak yang cukup baik terhadap perkembangan kasus aktif," kata Wiku.
Baca juga: Testing Corona Turun, Satgas Sebut Banyak Laboratorium Belum Laporkan
Dia mencontohkan pemerintah menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dengan pendekatan sosial."Artinya, ada kebijakan dari pemerintah, ada juga pemanfaatan atau memaksimalkan inovasi dari warga," ujar Nabil, Jumat (12/3/2021).
Baca juga: Mutasi Virus Corona Berbahaya Ternyata Bawa Harapan untuk Vaksin Lebih Baik
Pria yang akrab disapa Gus Nabil ini mengatakan dalam konteks pendekatan sosial, pemerintah menggandeng ormas Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, warga pesantren serta ormas sosial yang punya komitmen kuat untuk ke-Indonesia-an. Dalam menjalan program vaksinasi pemerintah juga serius menggandeng ormas-ormas untuk memperlancar proses.
"Jelas sekali PPKM berpengaruh pada penurunan Covid-19. Tapi, jangan lupa juga ada faktor-faktor lain, misal semakin banyaknya warga yang sadar kesehatan, pakai masker, menaati protokol kesehatan, dan hal-hal lain yang membantu penanganan pandemi," ujar Nabil.
Baca juga: Update Corona Sebut Positif 1.398.578 Orang, 1.216.433 Sembuh dan 37.932 Meninggal
Dia mengatakan, semua pihak harus terus bekerja sama, saling menguatkan. Kata dia, pemerintah menyiapkan program-program strategis, terkait infrastruktur kesehatan dan hal lain.
"Nah, warga juga saling bantu untuk menguatkan diri, menahan diri untuk tidak bepergian, kecuali hal penting. Juga menguatkan solidaritas sosial antar warga. Semua itu, akan jadi kunci untuk penanganan pandemi," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini.
Menurut Nabil, PPKM mikro juga dalam rangka menangani pandemi secara spesifik. "Jika semua pihak sadar tantangan pandemi dan satu pemahaman dalam penanganan, maka masalah pandemi bisa segera diatasi," ungkapnya.
Dia menilai pemerintah juga menstimulasi ekonomi dengan beberapa program, di antaranya padat karya. "Jadi memang diharapkan, nanti ekonomi menggeliat, pasar menjadi pulih kembali. Di antara strateginya dengan program padat karya. Ini akan menggerakkan banyak warga agar bisa pulih secara ekonomi," katanya.
Setelah itu, lanjut dia, dukungan untuk menggerakkan UMKM dan pengusaha kecil-menengah. Di antaranya dengan kemudahan izin, pelatihan, serta bantuan modal. "Jadi prosesnya bertahap, tapi yang ingin dituju adalah kemandirian warga, ekonomi pulih, kerja kreatif dan produktif kembali bangkit," tuturnya.
Dirinya optimistis vaksinasi bisa dipercepat. Dia berpendapat, manajemen data sekaligus juga infrastruktur kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) perlu dikuatkan.
Menurut dia, masyarakat bisa melihat hasil dari kebijakan pemerintah baik untuk mengatasi krisis kesehatan maupun ekonomi. "Kita harus optimistis bisa melampaui pandemi ini," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Selasa 9 Maret, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali dan Sumatera Barat mengalami penurunan dalam empat pekan berturut-turut. Sedangkan penanganan kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Jawa Barat juga menunjukkan cukup baik.
Sebaliknya, kata Wiku, tiga provinsi yang tak menjalankan kebijakan PPKM dan PPKM skala mikro menunjukan peningkatan kasus aktif Covid-19. "Hal ini menunjukan intervensi kebijakan yang diterapkan memberikan dampak yang cukup baik terhadap perkembangan kasus aktif," kata Wiku.
(maf)
Lihat Juga :