Kisruh Tak Segera Berakhir, Tiga Faktor Ini Ancam Eksistensi Demokrat
Jum'at, 12 Maret 2021 - 08:10 WIB
loading...
Terlebih, saat ini PD tengah berada dalam situasi yang sulit karena muncul dua kepengurusan ganda yakni kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kubu Moeldoko. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Konflik internal Partai Demokrat (PD) menjadi 'sinyal buruk' bagi partai ini dalam menyiapkan kontestasi pemilu 2024 yang akan datang. Terlebih, saat ini PD tengah berada dalam situasi yang sulit karena muncul dua kepengurusan ganda yakni kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kubu Moeldoko.
Baca juga: Demokrat Akan Ajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ke PN Jakpus
Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS), Arman Salam menyatakan, setidaknya ada tiga kerugian yang dialami partai demokrat. Pertama tentu tidak dapat ikut serta dalam proses pemilu dari dalam berbagai tingkatan.
Baca juga: Penyelesaian Konflik Partai Demokrat Sangat Mudah, Begini Caranya
"Kedua timbul perpecahan di internal Partai demokrat antara kubu AHY dan kubu Moeldoko yang tentunya mempengaruhi kerja dan fungsi organisasi dan yang, ketiga turunnya dukungan masyarakat atau partisan karena sengkarutnya kepengurusan, tidak ada kepastian arah politik partai sangat rentan ditinggalkan partisan atau pemilih," ujar Arman Salam saat dihubungi, Jumat (12/3/2021).
Baca juga: Demokrat Akan Ajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ke PN Jakpus
Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS), Arman Salam menyatakan, setidaknya ada tiga kerugian yang dialami partai demokrat. Pertama tentu tidak dapat ikut serta dalam proses pemilu dari dalam berbagai tingkatan.
Baca juga: Penyelesaian Konflik Partai Demokrat Sangat Mudah, Begini Caranya
"Kedua timbul perpecahan di internal Partai demokrat antara kubu AHY dan kubu Moeldoko yang tentunya mempengaruhi kerja dan fungsi organisasi dan yang, ketiga turunnya dukungan masyarakat atau partisan karena sengkarutnya kepengurusan, tidak ada kepastian arah politik partai sangat rentan ditinggalkan partisan atau pemilih," ujar Arman Salam saat dihubungi, Jumat (12/3/2021).
Lihat Juga :