Beri Kuliah Umum di UI, Kapolri Tegaskan Kerukunan Modal Utama Bangsa
Kamis, 11 Maret 2021 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Dalam materi yang disampaikan, Kapolri memaparkan tentang tantangan keamanan dan pertahanan Indonesia saat ini, yaitu ancaman terhadap kerukunan dan polarisasi.
Menurut dia, penggunaan teknologi informasi saat ini menjadi potensi yang paling besar mengancam kerukunan bangsa. "Ruang cyber dimanfaatkan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks. Padahal, kalau kita lihat, di level elite, saat ini posisi jadi satu. Tapi di grass root masih terpecah, dan untuk bisa berubah itu sangat sulit. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila harus dijaga. Karena melihat perjalanan sejarah Indonesia yang mudah terpecah-belah dan potensi polarisasi menjadi tantangan dan harus diwaspadai oleh kita bersama," tuturnya.Baca juga: Amien Rais dkk Bertemu Jokowi Bahas Insiden KM 50, Eks Pengacara FPI Bersyukur
Kondisi grass root atau akar rumput ini yang Sigit jadikan sebagai dasar dalam membangun visinya sebagai Kapolri. "Yaitu peran Polri yang Presisi. Diharapkan dengan mengetahui kondisi masyarakat secara tepat, kita dapat menyusun langkah-langkah penanganan yang lebih tepat sasaran atau presisi," ujarnya.
Beberapa langkah yang dilakukan Kapolri dalam menghadapi tantangan keamanan-pertahanan di era digital ini di antaranya adalah program polisi siber yang menggunakan model persuasif-edukatif bagi orang-orang yang berpotensi melanggar aturan-aturan di dunia maya.
Langkah kedua adalah menjadikan kepolisian sektor (polsek) sebagai basis resolusi permasalahan wilayah. Di Polsek, penanganan masalah akan lebih mengedepankan metode penanganan yang bersifat mediasi, dibandingkan yang bersifat penegakan hukum.
Menurut dia, penggunaan teknologi informasi saat ini menjadi potensi yang paling besar mengancam kerukunan bangsa. "Ruang cyber dimanfaatkan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks. Padahal, kalau kita lihat, di level elite, saat ini posisi jadi satu. Tapi di grass root masih terpecah, dan untuk bisa berubah itu sangat sulit. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila harus dijaga. Karena melihat perjalanan sejarah Indonesia yang mudah terpecah-belah dan potensi polarisasi menjadi tantangan dan harus diwaspadai oleh kita bersama," tuturnya.Baca juga: Amien Rais dkk Bertemu Jokowi Bahas Insiden KM 50, Eks Pengacara FPI Bersyukur
Kondisi grass root atau akar rumput ini yang Sigit jadikan sebagai dasar dalam membangun visinya sebagai Kapolri. "Yaitu peran Polri yang Presisi. Diharapkan dengan mengetahui kondisi masyarakat secara tepat, kita dapat menyusun langkah-langkah penanganan yang lebih tepat sasaran atau presisi," ujarnya.
Beberapa langkah yang dilakukan Kapolri dalam menghadapi tantangan keamanan-pertahanan di era digital ini di antaranya adalah program polisi siber yang menggunakan model persuasif-edukatif bagi orang-orang yang berpotensi melanggar aturan-aturan di dunia maya.
Langkah kedua adalah menjadikan kepolisian sektor (polsek) sebagai basis resolusi permasalahan wilayah. Di Polsek, penanganan masalah akan lebih mengedepankan metode penanganan yang bersifat mediasi, dibandingkan yang bersifat penegakan hukum.
Lihat Juga :