Ketua KPK Ungkap Esensi dan Spirit Isra Mikraj dalam Pemberantasan Korupsi
Kamis, 11 Maret 2021 - 10:05 WIB
loading...
Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, Kamis 11 Maret 2021 ini segenap umat muslim di seluruh penjuru dunia khususnya Indonesia, kembali memperingati Isra Mikraj. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan, Kamis 11 Maret 2021 ini segenap umat muslim di seluruh penjuru dunia khususnya Indonesia, kembali memperingati Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW.
Firli mengungkapkan, Isra merupakan simbol dari misi pembersihan hati dan jiwa sebagai hamba-Nya yang ber- Akhlaqul Karimah seperti Rasulullah SAW, akhlak yang baik dan terpuji dalam suatu norma hubungan antar sesama manusia, dengan tuhan yang maha esa serta alam semesta.
"Adapun mikraj nya Nabi Muhammad SAW memiliki makna religi bahwasanya segala sesuatu mulai dari perkataan hingga perbuatan yang kita lakukan didunia fana ini, akhirnya bermuara dan harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT," kata Firli Bahuri.
Diakuinya, Isra Mikraj tidak sekadar peristiwa yang memiliki dimensi kekayaan spiritual, namun syarat dengan pesan-pesan kehidupan untuk mendorong sekaligus mengembangkan peradaban umat manusia.
Peradaban yang tentunya mengedepankan aspek keadilan, kedamaian dan kesejahteraan seluruh umat, terbingkai utuh dalam nilai-nilai agama, budaya, moral dan etika serta kesederhanaan dan juga kejujuran.
"Esensi lainnya dari Isra Mikraj adalah bagaimana kita sebagai mahluk dan insan beragama dapat menjalankan amar ma'ruf nahi munkar, sebagaimana yang diajarkan serta diperlihatkan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam keseharian beliau, semasa hidupnya," ujar Firli.
Dalam ilmu bahasa, amar ma’ruf nahi munkar memiliki arti yakni menyuruh kepada yang baik, mencegah kejahatan. Terminologi ini sejalan dengan segenap upaya KPK bersama seluruh elemen bangsa dalam pemberantasan korupsi di republik ini, yang menjadi bagian amar ma’ruf nahi munkar.
Firli mengungkapkan, Isra merupakan simbol dari misi pembersihan hati dan jiwa sebagai hamba-Nya yang ber- Akhlaqul Karimah seperti Rasulullah SAW, akhlak yang baik dan terpuji dalam suatu norma hubungan antar sesama manusia, dengan tuhan yang maha esa serta alam semesta.
"Adapun mikraj nya Nabi Muhammad SAW memiliki makna religi bahwasanya segala sesuatu mulai dari perkataan hingga perbuatan yang kita lakukan didunia fana ini, akhirnya bermuara dan harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT," kata Firli Bahuri.
Diakuinya, Isra Mikraj tidak sekadar peristiwa yang memiliki dimensi kekayaan spiritual, namun syarat dengan pesan-pesan kehidupan untuk mendorong sekaligus mengembangkan peradaban umat manusia.
Peradaban yang tentunya mengedepankan aspek keadilan, kedamaian dan kesejahteraan seluruh umat, terbingkai utuh dalam nilai-nilai agama, budaya, moral dan etika serta kesederhanaan dan juga kejujuran.
"Esensi lainnya dari Isra Mikraj adalah bagaimana kita sebagai mahluk dan insan beragama dapat menjalankan amar ma'ruf nahi munkar, sebagaimana yang diajarkan serta diperlihatkan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam keseharian beliau, semasa hidupnya," ujar Firli.
Dalam ilmu bahasa, amar ma’ruf nahi munkar memiliki arti yakni menyuruh kepada yang baik, mencegah kejahatan. Terminologi ini sejalan dengan segenap upaya KPK bersama seluruh elemen bangsa dalam pemberantasan korupsi di republik ini, yang menjadi bagian amar ma’ruf nahi munkar.
Lihat Juga :