Wakasal: 4.000 Prajurit TNI AL Sudah Menerima Vaksin Covid-19
Rabu, 10 Maret 2021 - 09:07 WIB
loading...
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mencatat hingga kini sudah 4.000 prajurit menerima vaksin Covid-19. Foto/Dispenal
A
A
A
JAKARTA - Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mencatat hingga kini sudah 4.000 prajurit menerima vaksin Covid-19. Hal itu diungkapkan Wakasal mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, saat meninjau pelaksanaan kegiatan Vaksinasi Prajurit TNI AL di GOR Denma Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, (9/3/2021)
”Dengan terlaksananya vaksinasi Sinovac Covid-19 tentunya akan membangkitkan kepercayaan diri dan semangat perjuangan prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam penugasan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, baik dalam menjalankan tugas membantu pemerintah mengampanyekan penanggulangan Covid-19 maupun kegiatan sinergitas lainya,” ujarnya. Baca juga: Cegah Penyelundupan Senjata, KRI Sultan Iskandar Muda Patroli di Perairan Lebanon
Kegiatan vaksinasi dilaksanakan selama dua hari, diberikan kepada 3.500 Prajurit TNI AL yang berdinas di Mabesal melibatkan vaksinator Tim Gabungan yakni dari TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) serta Pusat Kesehatan (Puskes) TNI. Dosis pertama diberikan pada 9 dan 10 Maret 2021 sedangkan dosis kedua akan dilaksanakan pada 23 dan 24 Maret 2021 mendatang. Baca juga: Wakasal: Perlunya Fungsi Pengawasan Kegiatan TNI AL Agar Lebih Efektif
Dia menyebut, jumlah personel prajurit Angkatan Laut sebanyak 70.000 orang, dimana sampai dengan saat ini sudah tervaksin sekitar 4.000 orang atau sudah mencapai 5%, hal tersebut di sesuaikan dengan jadwal masing-masing daerah. Untuk tenaga kesehatan (Nakes) Angkatan Laut yang berjumlah 7.000 personel saat ini sudah tervaksin sebanyak 5.900 orang atau sudah mencapai 79%. “Mereka ini yang nantinya akan membantu bersinergi dengan para vaksinator dari TNI AD, TNI AU untuk membantu selain memvaksin anggota TNI juga akan membantu memvaksin masyarakat. Tentunya dikoordinir oleh dinas kesehatan masing-masing,” katanya.
Sementara itu, untuk unsur-unsur prajurit yang berdinas di luar atau sedang melaksanakan tugas operasi di luar yang berangkat sebelum adanya program vaksinasi akan diberitahukan ke tempatnya bertugas. Sedangkan prajurit yang berangkat setelah ada program vaksin, maka sebelum berangkat akan di beri vaksin terlebih dahulu.
”Dengan terlaksananya vaksinasi Sinovac Covid-19 tentunya akan membangkitkan kepercayaan diri dan semangat perjuangan prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam penugasan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, baik dalam menjalankan tugas membantu pemerintah mengampanyekan penanggulangan Covid-19 maupun kegiatan sinergitas lainya,” ujarnya. Baca juga: Cegah Penyelundupan Senjata, KRI Sultan Iskandar Muda Patroli di Perairan Lebanon
Kegiatan vaksinasi dilaksanakan selama dua hari, diberikan kepada 3.500 Prajurit TNI AL yang berdinas di Mabesal melibatkan vaksinator Tim Gabungan yakni dari TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) serta Pusat Kesehatan (Puskes) TNI. Dosis pertama diberikan pada 9 dan 10 Maret 2021 sedangkan dosis kedua akan dilaksanakan pada 23 dan 24 Maret 2021 mendatang. Baca juga: Wakasal: Perlunya Fungsi Pengawasan Kegiatan TNI AL Agar Lebih Efektif
Dia menyebut, jumlah personel prajurit Angkatan Laut sebanyak 70.000 orang, dimana sampai dengan saat ini sudah tervaksin sekitar 4.000 orang atau sudah mencapai 5%, hal tersebut di sesuaikan dengan jadwal masing-masing daerah. Untuk tenaga kesehatan (Nakes) Angkatan Laut yang berjumlah 7.000 personel saat ini sudah tervaksin sebanyak 5.900 orang atau sudah mencapai 79%. “Mereka ini yang nantinya akan membantu bersinergi dengan para vaksinator dari TNI AD, TNI AU untuk membantu selain memvaksin anggota TNI juga akan membantu memvaksin masyarakat. Tentunya dikoordinir oleh dinas kesehatan masing-masing,” katanya.
Sementara itu, untuk unsur-unsur prajurit yang berdinas di luar atau sedang melaksanakan tugas operasi di luar yang berangkat sebelum adanya program vaksinasi akan diberitahukan ke tempatnya bertugas. Sedangkan prajurit yang berangkat setelah ada program vaksin, maka sebelum berangkat akan di beri vaksin terlebih dahulu.
Lihat Juga :