Demokrat Tegaskan Tak Pernah Tuding Pemerintah dalam Pusaran KLB Moeldoko
Rabu, 10 Maret 2021 - 05:34 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kubu Moeldoko Akan Laporkan Pengurus Demokrat Pimpinan AHY ke Bareskrim
Dia amat yakin bahwa dualisme partai ini dapat diselesaikan oleh Kemenkumham. Menurutnya, setiap proses KLB partai, baik itu dari pihak internal maupun eksternal, kedaulatannya tetap ditentukan oleh Kemenkumham sebagai pucuk tertinggi pengesahan.
"Kita cermati terjadi pengambilalihan kewenangan amanat dan kedaulatan tertinggi partai saat kongres menjadi kedaulatan di tangan Kemenkumham, bahkan menggunakan perangkat elektronik pendaftaran hasil kongres sebagai alat atau celah mengambilalih kedaulatan kongres partai-partai," ungkapnya.
Andi menegaskan, Partai Demokrat tidak akan tinggal diam dengan upaya pengambilalihan kekuasan ini. Bagi dia, partai berlambang mercy ini memiliki kedaulatannya sendiri.
"Partai Demokrat punya kedaulatan sendiri dan tidak akan berhenti atau tunduk pada proses penaklukan seperti saat ini. Bagaimana mungkin Pak Moeldoko dengan jalan pragmatis bisa dianggap memiliki hak dan mengambil alih kedaulatan forum tertinggi partai beserta produk-produk politiknya. Sama sekali kami tidak pernah membayangkan," ungkapnya.
Dia amat yakin bahwa dualisme partai ini dapat diselesaikan oleh Kemenkumham. Menurutnya, setiap proses KLB partai, baik itu dari pihak internal maupun eksternal, kedaulatannya tetap ditentukan oleh Kemenkumham sebagai pucuk tertinggi pengesahan.
"Kita cermati terjadi pengambilalihan kewenangan amanat dan kedaulatan tertinggi partai saat kongres menjadi kedaulatan di tangan Kemenkumham, bahkan menggunakan perangkat elektronik pendaftaran hasil kongres sebagai alat atau celah mengambilalih kedaulatan kongres partai-partai," ungkapnya.
Andi menegaskan, Partai Demokrat tidak akan tinggal diam dengan upaya pengambilalihan kekuasan ini. Bagi dia, partai berlambang mercy ini memiliki kedaulatannya sendiri.
"Partai Demokrat punya kedaulatan sendiri dan tidak akan berhenti atau tunduk pada proses penaklukan seperti saat ini. Bagaimana mungkin Pak Moeldoko dengan jalan pragmatis bisa dianggap memiliki hak dan mengambil alih kedaulatan forum tertinggi partai beserta produk-produk politiknya. Sama sekali kami tidak pernah membayangkan," ungkapnya.
Lihat Juga :