Data COVID-19 Pusat dan Daerah Sering Berbeda, Begini Penjelasan Wamenkes
Selasa, 09 Maret 2021 - 11:39 WIB
loading...
A
A
A
Dante pun mengungkapkan kendala yang dihadapi, sehingga terjadi perbedaan data. Pertama kejadian yang dilaporkan dari daerah oleh pusat adalah kejadian beberapa hari sebelumnya. "Kendalanya dimana? Kendalanya adalah ketika melaporkan kejadian itu beberapa hari sebelumnya yang dilaporkan ke pusat, itu yang pertama,” katanya.
Baca juga: Para Pria Harus Waspada! Covid-19 Bisa Bikin Ereksi Berkepanjangan Hingga 3 Jam
Kedua adalah kemampuan laboratorium yang terbatas. "Yang kedua adalah karena kemampuan laboratorium yang terbatas untuk melakukan pemeriksaan satu hari jadi. Sehingga akhirnya data yang masuk pada satu kasus bisa merupakan cerminan dari beberapa hari sebelumnya. Itu mengenai pendataan, kendala pendataan di Kementerian pusat untuk saat ini," kata Dante.
Data yang dirilis oleh Kemenkes setiap harinya adalah data nasional. Jika ada perbedaan data antara pusat dan daerah masih dalam batas toleransi. "Kita anggap sebagai data yang dirilis tadi sebagai data nasional. Tetap kita kompilasi dari data-data dari daerah. Tapi kalaupun ada perbedaan dari data daerah, saya rasa itu masih dalam batas toleransi," katanya.
Baca juga: Para Pria Harus Waspada! Covid-19 Bisa Bikin Ereksi Berkepanjangan Hingga 3 Jam
Kedua adalah kemampuan laboratorium yang terbatas. "Yang kedua adalah karena kemampuan laboratorium yang terbatas untuk melakukan pemeriksaan satu hari jadi. Sehingga akhirnya data yang masuk pada satu kasus bisa merupakan cerminan dari beberapa hari sebelumnya. Itu mengenai pendataan, kendala pendataan di Kementerian pusat untuk saat ini," kata Dante.
Data yang dirilis oleh Kemenkes setiap harinya adalah data nasional. Jika ada perbedaan data antara pusat dan daerah masih dalam batas toleransi. "Kita anggap sebagai data yang dirilis tadi sebagai data nasional. Tetap kita kompilasi dari data-data dari daerah. Tapi kalaupun ada perbedaan dari data daerah, saya rasa itu masih dalam batas toleransi," katanya.
(abd)
Lihat Juga :