Politikus Demokrat Bandingkan Moeldoko dengan Gatot Nurmantyo
Selasa, 09 Maret 2021 - 09:45 WIB
loading...
Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief membandingkan dua mantan Panglima TNI yang kini terjung ke dunia politik, Jenderal Purnawirawan Moeldoko dengan Gatot Nurmantyo. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief membandingkan dua mantan Panglima TNI yang kini terjung ke dunia politik, Jenderal Purnawirawan Moeldoko dengan Gatot Nurmantyo . Perbandingan itu diungkapkan Andi Arief di akun Twitternya, @AndiArief_ID.
"Edy Sudrajat, Sutiyoso, Wiranto, SBY, Pak Haris Sudarno, Luhut dan Hendropriyono menjadi saksi para jenderal rasakan peralihan masa diktator Orba ke Demokrasi dg bangun partai saat era multi partai jadi pilihan. itulah jalan mereka percaya dan adaptip," cuit Andi Arief dikutip SINDOnews dari akun Twitternya, @AndiArief_ID, Selasa (9/3/2021).
Andi mengatakan, ideologisasi TNI yang dominan nasionalis dan keinginan kuat keluar dari kanalisasi wadah jalur A yang menopang kekuatan Golkar 32 tahun mendorong lahirnya partai yang dibangun sendiri. "Di antara para jenderal ini miliki pemahaman dan kesimpulan berbeda tentang masa depan Indonesia," tuturnya.
Baca juga: Cerita Gatot Nurmantyo Tolak Lengserkan AHY demi Kursi Ketum Demokrat
Dia menambahkan, TNI selalu berada dalam posisi yang tepat bersama rakyat. Kata Andi, hilangnya doktrin dwi fungsi ABRI dan tuntutan tentara melindungi masyarakat dan menjaga negara mengubah wajah TNI drastis.
Andi melanjutkan, tuntutan TNI tak berpolitik diikuti dengan lahirnya figur TNI yang popularitas tak sekuat era Orde Baru (Orba). "Itu takdir sejarah yq tepat. 15 tahun terakhir lahir dua generasi berbeda jalan, populisme Jend Gatot Nurmantyo dan tak terduga lahir dari pangkat mayor AHY," ungkapnya.
"Edy Sudrajat, Sutiyoso, Wiranto, SBY, Pak Haris Sudarno, Luhut dan Hendropriyono menjadi saksi para jenderal rasakan peralihan masa diktator Orba ke Demokrasi dg bangun partai saat era multi partai jadi pilihan. itulah jalan mereka percaya dan adaptip," cuit Andi Arief dikutip SINDOnews dari akun Twitternya, @AndiArief_ID, Selasa (9/3/2021).
Andi mengatakan, ideologisasi TNI yang dominan nasionalis dan keinginan kuat keluar dari kanalisasi wadah jalur A yang menopang kekuatan Golkar 32 tahun mendorong lahirnya partai yang dibangun sendiri. "Di antara para jenderal ini miliki pemahaman dan kesimpulan berbeda tentang masa depan Indonesia," tuturnya.
Baca juga: Cerita Gatot Nurmantyo Tolak Lengserkan AHY demi Kursi Ketum Demokrat
Dia menambahkan, TNI selalu berada dalam posisi yang tepat bersama rakyat. Kata Andi, hilangnya doktrin dwi fungsi ABRI dan tuntutan tentara melindungi masyarakat dan menjaga negara mengubah wajah TNI drastis.
Andi melanjutkan, tuntutan TNI tak berpolitik diikuti dengan lahirnya figur TNI yang popularitas tak sekuat era Orde Baru (Orba). "Itu takdir sejarah yq tepat. 15 tahun terakhir lahir dua generasi berbeda jalan, populisme Jend Gatot Nurmantyo dan tak terduga lahir dari pangkat mayor AHY," ungkapnya.
Lihat Juga :