Soal Legalitas KLB Demokrat, Pengamat Minta AHY Percaya Diri  

Selasa, 09 Maret 2021 - 05:51 WIB
loading...
Soal Legalitas KLB Demokrat,...
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum (Ketum) versi KLB Partai Demokrat. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pendiri, kader dan eks kader Partai Demokrat telah berhasil menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat 5 Maret 2021 dan memilih Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum (Ketum) versi KLB.

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun mendatangi 3 institusi yakni, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kemenko Polhukam, Senin 8 Maret 2021. Terkait hal ini, AHY diminta untuk percaya diri soal legalitas kepengurusan.

“Menurut saya,AHY percaya diri aja bahwa sebetulnya langkah-langkah yang dilakukan para pendukung atau dalam hal ini para pegiat pelaksanaan KLB itu menurut hitungan mereka tidaksesuai dengan AD/ART Partai Demokrat,” kata Analis Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Idil Akbar saat dihubungi, Selasa (9/3/2021). Baca juga: 5 Tempat Bersejarah di Dekat Kantor DPP Partai Demokrat Menteng Jakarta Pusat

Idil menjelaskan,upaya legal itu lebih diutamakan ketimbang langkah politik, karenayang dilakukan AHY ke Kemenkumham, KPU dan Kemenko Polhukam merupakan suatu langkah politik. AHY tengahberupaya untuk memastikan atau lebih meyakinkan Menkumham, KPU dan Menko Polhukam terkait dengan legalitas Demokratversi KLByang dipimpin oleh Moeldoko.

Menurut Idil, apa yang dilakukan AHY ini pada dasarnya tidak strategis. Karena, legalitas partai ini kembali lagi pada AD/ART partai, apakah ada kesesuaian atau ada pelanggaran di dalamnya. Baca juga: Dua Agenda Politik Besar di Balik Pembegalan Partai Demokrat

“Kalau sudah seperti itu, tentunya akan beranjak pada konteks bahwa yang dilakukan AHY menurut saya secara strategi sebetulnya tidak terlalu cukup strategis untuk menilai bagaimana kemudian Partai Demokrat versi Moeldoko menjadi efektif,” terang Idil.

Idil menambahkan,Kemenkumhamakan melihat bahwa ada kesesuaian atau pelanggaran AD ARTdalam penyelenggaraan KLB Demokrat tersebut.Intinya nanti Kemenkumham akan menilai sejuah mana KLB di Deli Serdang sesuai atau tidak dengan AD ART PartaiDemokrat. Baca juga: AHY Dikudeta Jenderal Moeldoko, Kader Partai Demokrat di Tanah Kelahiran SBY Gelar Doa

“Dalam penilaian itu yang akan kita melihat bagaimana drama proses itu berlangsung. Langkah AHY dalam konteks politik ya bisa saja dilakukan, pada akhirnya tetap akan mengacu pada norma hukum dan legaliatas, adanya kesesuaian dengan AD ART Partai Demokrat,” tandasnya.

(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Rekomendasi
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved