Soal Impor Daging Jelang Ramadhan, Ketua DPD Ingatkan Pasar Tak Naikkan Harga
Senin, 08 Maret 2021 - 15:19 WIB
loading...
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti (kemeja putih). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah telah mengeluarkan izin impor daging sapi dan kerbau sebanyak 100.000 ton. Alasannya untuk memenuhi perkiraan kebutuhan daging selama puasa dan Lebaran tahun ini.
Volume impor daging kerbau lebih banyak yakni 80.000 ton. Sisanya sebanyak 20.000 ton merupakan kuota daging sapi dari Brasil. Hal itu pun mendapat perhatian serius Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Dengan jaminan tersebut, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu meminta agar pasokan daging saat Ramadhan tak lagi kekurangan. "Dengan jaminan ketersediaan izin impor tersebut, saya meminta pasar tidak menaikkan harga daging. Harga penjualan harus sesuai dengan peraturan yang ditetapkan," kata alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.
Di sisi lain, mantan Ketua Umum PSSI itu juga meminta kepada masyarakat untuk tidak berlaku over konsumtif, apalagi saat ini kita masih berada dalam masa prihatin di tengah pandemi Covid-19.
"Perekonomian kita belum stabil imbas Covid-19. Jadi saya imbau masyarakat untuk tidak berlaku konsumeristik karena kita masih dalam masa prihatin," kata La Nyalla.Baca juga: Wacana Sekolah Tatap Muka, Ketua DPD Minta Siswa dan Guru Rutin Dites Genose
Volume impor daging kerbau lebih banyak yakni 80.000 ton. Sisanya sebanyak 20.000 ton merupakan kuota daging sapi dari Brasil. Hal itu pun mendapat perhatian serius Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Dengan jaminan tersebut, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu meminta agar pasokan daging saat Ramadhan tak lagi kekurangan. "Dengan jaminan ketersediaan izin impor tersebut, saya meminta pasar tidak menaikkan harga daging. Harga penjualan harus sesuai dengan peraturan yang ditetapkan," kata alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.
Di sisi lain, mantan Ketua Umum PSSI itu juga meminta kepada masyarakat untuk tidak berlaku over konsumtif, apalagi saat ini kita masih berada dalam masa prihatin di tengah pandemi Covid-19.
"Perekonomian kita belum stabil imbas Covid-19. Jadi saya imbau masyarakat untuk tidak berlaku konsumeristik karena kita masih dalam masa prihatin," kata La Nyalla.Baca juga: Wacana Sekolah Tatap Muka, Ketua DPD Minta Siswa dan Guru Rutin Dites Genose
Lihat Juga :