Kisah WNI, Keputusan Sulit Pulang ke Tanah Air hingga Dikarantina Satu Keluarga (Bagian 1)

Senin, 08 Maret 2021 - 07:15 WIB
loading...
Kisah WNI, Keputusan...
Suasana di salah satu ruas jalan di Taiwan saat pandemi. Foto/Ilustrasi/REUTERS
A A A
JAKARTA - Kisah warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri dan memutuskan pulang ke Tanah Air saat pandemi diunggah oleh akun Twitter @andiazhar_. Unggahan tersebut menarik lantaran mengangkat kisah perjalanan satu keluarga yang rela mengorbankan masa depannya serta mengorbankan harta dan tenaganya mengikuti semua proses karantina di Wisma Atlet.

Kisah tersebut diceritakan oleh Andi Azhar yang juga dipublikasikan di situs pribadinya andiazhar.com. Dikutip dari cerita itu, kisah mereka dimulai dengan beratnya pengambilan keputusan untuk kembali ke Indonesia.

Dia dan istri terlibat diskusi panjang, hampir setiap malam selama beberapa bulan terakhir. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan mereka beradu argumen mencari jalan terbaik tentang permasalahan apakah harus tinggal di Taiwan atau pulang saja ke Indonesia.

Sebabnya, saat itu dia sebenarnya tinggal menunggu waktu saja untuk melengkapi persyaratan agar bisa sidang akhir. Sehingga keputusan berat mesti diambil untuk memilih kembali ke Indonesia sebagai sebuah mufakat bersama. Banyak pihak yang menyayangkan keputusan kami ini, termasuk dekan-dekan dan profesor di kampusnya yang sampai marah karena dirinya memutuskan pulang.

“Tidak, Prof. Ada beberapa hal pokok yang menjadi pertimbangan kami, seperti lingkungan sosial untuk bayi kami dan lain-lain," kenang Andi menjawab pertanyaan prosesornya yang menyayangkan kepulangannya ke Indonesia.

Baca juga: Jalani Vaksinasi Covid-19, Mahathir Jadi Penerima Vaksin Tertua di Malaysia

Tanggal 2 Maret lalu, akhirnya dia berpamitan pulang ke Indonesia melalui pesan WhatsApp. Mereka pun akhirnya mengalah dan menerima keputusan untuk kembali ke Indonesia. Tanggal 3 Maret mereka berempat berangkat menuju Indonesia dengan barang bawaan berupa satu stroller besar anak kembarnya, dua koper besar, tas jinjing, dua tas ransel, dan tas laptop.

"Ditambah saya dan istri masing-masing menggendong bayi karena anak kami kembar. Dari sinilah cerita ini dimulai," cerita dia.

Dia berangkat pukul 3 subuh dari rumah kontrakan di Kota Chiayi, Taiwan menggunakan sebuah mobil yang khusus disewa untuk mengantarkannya ke bandara. Mobil tersebut semacam taksi tidak resmi milik seorang kenalan dari teman.
Perjalanan dari Kota Chiayi menuju bandara internasional Taoyuan memakan waktu kurang lebih tiga jam.

Pukul 6 pagi sampai di bandara dan langsung menuju tempat untuk check in. Saat check in, dia dan keluarga diminta untuk mendownload aplikasi eHAC sebagai salah satu syarat agar bisa masuk wilayah Indonesia di masa pandemi.

eHAC bisa diisi jika sudah check in karena salah satu poin yang harus diisi adalah nomor kursi di pesawatnya. Jika bepergian dengan keluarga atau teman, cukup salah satu saja yang mengisi eHAC tersebut. Satu eHAC bisa untuk beberapa orang sekaligus.

Tak hanya itu, sesuai peraturan terbaru dari Satgas Covid-19 Indonesia, semua orang yang masuk ke wilayah Indonesia wajib menyertakan hasil tes PCR yang berlaku selama tiga hari tanpa terkecuali.

Dia mengaku sempat kebingungan dengan aturan ini, karena menurut aturan ini bayi umur berapa pun juga wajib di PCR. Ini berbeda dengan aturan-aturan sebelumnya, yakni dimana bayi di bawah 2 tahun tidak wajib di PCR.

"Oleh karena itu, kami harus mengeluarkan biaya ekstra. Total biaya untuk PCR kami berempat sebesar Rp10 juta. Ini sudah paling murah di Taiwan. Untuk PCR bayi, Pemerintah Indonesia memberikan keringanan tidak wajib diswab melalui hidung, namun bisa melalui mulut. Dengan PCR melalui mulut, ini cukup jadi solusi agar bayi tidak menangis dan traumatik," tulis Andi.

Sesampainya di pesawat, dia diminta mengisi dua buah formulir. Satu formulir adalah formulir bea cukai dan yang satu lagi adalah formulir untuk pengisian data validasi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Data yang diminta adalah data dasar seperti nama, tempat tanggal lahir, dan nomor paspor. Kedua formulir ini penting dan akan ditanyakan saat turun nanti.

Setibanya di bandara, penumpang akan dikumpulkan oleh petugas untuk menyiapkan pengisian formulir. Formulir ini sama dengan formulir yang dibagikan di pesawat tadi. Bagi yang sudah mengisi di pesawat, maka bisa langsung tunjukkan ke petugasnya sehingga bisa langsung mengambil antrean untuk validasi.

Setelah formulir terisi, penumpang akan diminta maju ke alat untuk membaca eHAC. Disini dia diminta menunjukkan QR Code dari eHAC yang sudah dibuat tadi. Ini sebagai proses input data kedatangan WNI repatriasi di masa pandemi. Dari counter eHAC, akan diarahkan untuk antri menuju counter kantor kesehatan bandara untuk validasi formulir yang sudah diisi sebelumnya, sekaligus menyerahkan hasil PCR dari negara asal.

Di bagian ini akan ditanya statusnya di luar negeri, apakah liburan, pekerja migran, atau pelajar. Di counter ini juga kita akan ditentukan apakah akan melakukan karantina di hotel secara mandiri atau di Wisma Atlet Pademangan. Karena, berdasarkan aturan terbaru per 9 Februari 2021, yang boleh karantina di wisma Atlet Pademangan adalah mereka yang berstatus sebagai pekerja migran dan pelajar/mahasiswa.

Bagi yang berwisata/liburan, maka mereka melakukan karantinanya di hotel yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan membayarnya sendiri. Untuk yang di wisma atlet gratis.

Selepas validasi PCR dan formulir, serta sudah tau apakah akan karantina di hotel atau wisma atlet, selanjutnya penumpang diarahkan menuju counter yang dijaga bapak-bapak tentara untuk pengecekan final berkas-berkas yang sudah divalidasi. Setelahnya baru kemudian bisa mengambil koper dan barang-barang bawaan lainnya.

Bagi yang memilih karantina di wisma atlet, maka kita akan diarahkan menuju bus DAMRI yang sudah berjejer menunggu. Para petugas akan mengarahkan. Sebagai informasi, dalam satu bus tidak boleh diisi penuh bangkunya sesuai protokol kesehatan. Perjalanan dari bandara Soekarno Hatta ke Wisma Atlet Pademangan memerlukan waktu sekitar satu jam jika tidak terjebak macet.

Baca juga: Nekat Buka hingga Tengah Malam, Pemilik Warnet di Cifes Dibekuk Satgas Covid-19
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Rekomendasi
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
Lady Rocker Tanah Air...
Lady Rocker Tanah Air Bersuara Dahsyat Era 1980 hingga 1990-an
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved