KLB Partai Demokrat, PKS: Musibah Demokrasi

Senin, 08 Maret 2021 - 05:37 WIB
loading...
KLB Partai Demokrat,...
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat merupakan musibah demokrasi yang semakin memperburuk citra parpol di hadalan masyarakat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Insiden perebutan kekuasaan di Partai Demokrat (PD) lewat Kongres Luar Biasa (KLB) yang digawangi oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menuai beragam respons. Tak sedikit juga yang menyayangkan apa yang terjadi di partai Bintang Mercy itu.

Seperti halnya Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Dia menilai insiden tersebut merupakan musibah demokrasi yang semakin memperburuk citra parpol di hadalan masyarakat. "Pertama, ini musibah demokrasi. Perpecahan di parpol kian memperpuruk citra parpol di publik," kata Mardani saat dihubungi, Senin (8/3/2021). Baca juga: SBY Bongkar Adanya Upaya Ubah AD/ART Partai Demokrat Demi Jadikan Moeldoko Ketum

Menurut Anggota Komisi II DPR itu, pemerintah seharusnya menjadi pembina partai politik yang dewasa dan adil. Jangan sampai ada parpol yang dilemahkan, apalagi jika dilakukan oleh negara. "Pemerintah punya tugas menjadi pembina yang dewasa dan adil. Tidak boleh ada parpol yang lemah apalagi dilemahkan," ujarnya. Baca juga: Perkuat Legalitas, Kubu AHY dan Moeldoko Berencana Datangi Kemenkumham Pagi Ini

Oleh karena itu, legislator Dapil DKI Jakarta ini menegaskan parpol harus sehat dan kokoh, karena tugas parpol ini berat. Dan proses demokrasi di internal parpol juga harus akuntabel dan terbuka. "Tugas parpol berat karena itu mesti sehat dan kokoh. Proses demokrasi internal di parpol mesti akuntabel dan terbuka," pungkas Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR ini.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Soal Pernyataan Amien...
Soal Pernyataan Amien Rais, Foksi Ingatkan Pentingnya Etika Demokrasi di Ruang Publik
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
Tanggapi Amien Rais,...
Tanggapi Amien Rais, Gerakan Pemuda Marhaen: Penurunan Kualitas Demokrasi
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
Peduli Keselamatan Pemudik,...
Peduli Keselamatan Pemudik, PKS Dirikan Posko Pelayanan Mudik Gratis
Gelar Hening Cipta dan...
Gelar Hening Cipta dan Doa Kebangsaan, PB HMI Komitmen Kawal Demokrasi
Rekomendasi
Susunan Pemain Timnas...
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik: Marselino dan Ole Romeny Ujung Tombak
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Berita Terkini
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
Infografis
Mengundurkan Diri sebagai...
Mengundurkan Diri sebagai Pemimpin Partai Konservatif dan PM Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved