Profil Moeldoko, Purnawirawan TNI yang Jadi Ketum Demokrat Versi KLB
Minggu, 07 Maret 2021 - 17:48 WIB
loading...
KLB Demokrat memilih Purnawirawan Jenderal TNI Moeldoko, sebagai ketua umum. Akun YouTube DR. Moeldoko Official mengunggah sejarah kehidupan pribadi Moeldoko. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat memilih Kepala Staf Presiden, Purnawirawan Jenderal TNI Moeldoko, sebagai ketua umum. Akun YouTube DR. Moeldoko Official mengunggah sejarah kehidupan pribadi Moeldoko.
Baca juga: Relawan Jokowi: Manuver Moeldoko Salah, KLB Demokrat Justru Untungkan SBY-AHY
Video mengenal lebih dekat Moeldoko tersebut berjudul 'Kisah Bocah Desa Jadi Kepala Staf Presiden'. Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Kepala Staf Presiden pada awal tahun 2018. Perjalanan panjang telah ditempuh oleh Moeldoko sebelum akhirnya menjadi KSP.
Moeldoko merupakan anak pertama dari 12 bersaudara yang lahir di Kediri 8 Juli 1957 dari pasangan Masfuah dan Moestaman. Keluarga Moeldoko hidup sederhana di kampung.
Baca juga: Demokrat DKI Siap Pecat Kader yang Tidak Loyal ke AHY
Di tengah keterbatasan keluarga yang Moldoko dikenal sebagai anak yang pekerja keras. Dia selalu mengerjakan pekerjaan proyek pembangunan setelah pulang sekolah.
"Semua itu ia lakukan untuk membantu menopang kebutuhan keluarganya," kutip video tersebut, Minggu (7/3/2021).
Moeldoko tidal kalah dengan kondisi kehudupan yang susah. Dia terus berjuang menjalani kehudupan hingga masuk ke Angkatan Bersenjata Repunli Indonesia (AKBRI).
Biasa bekerja keras Moeldoko menjalani pendidikan dengan semangat dan penuh kedisplinan hingga akhirnya dinyatakan lulus pada tahun 1981. Moeldoko dinyatakan sebagai lulusan terbaik dengan penghargaan Bintang Adhi Makayasa.
Sejumlah operasi militer yang pernah diikuti di antaranya Operasi Seroja Timor-Timur, Konga Garuda XI/A, Selandia Baru, Singapura dan Jepang, Irak-Kwait, Amerika Serikat dan Kanada.
"Moeldoko pernah menjabat sebagai KSAD dan puncak karier militer menjadi Panglima TNI sejak Agustus 2013 - 8 Juli 2015," terang video tersebut.
Salam dunia pendikan, Moeldoko mendapat gelar Doktor di Universitas Indonesia program studi Ilmu Adminitrasi dengan disertasi 'Kebijakan dan Scenario Planing Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Indonesia'.
Moeldoko juga aktif di sejumlah organisasi masyarakat sebagai ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia 2017-2020. Dia juga mendirikan masjid Islamic Center dengan di kampung halaman Kendiri.
Kepedulian terhadap masa depan bangsa juga ditunjukkan dengan menyekolahkan santri jenjang universitas. "Semua orang punya kesempatan untuk berhasil," tutup di video tersebut.
Baca juga: Relawan Jokowi: Manuver Moeldoko Salah, KLB Demokrat Justru Untungkan SBY-AHY
Video mengenal lebih dekat Moeldoko tersebut berjudul 'Kisah Bocah Desa Jadi Kepala Staf Presiden'. Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Kepala Staf Presiden pada awal tahun 2018. Perjalanan panjang telah ditempuh oleh Moeldoko sebelum akhirnya menjadi KSP.
Moeldoko merupakan anak pertama dari 12 bersaudara yang lahir di Kediri 8 Juli 1957 dari pasangan Masfuah dan Moestaman. Keluarga Moeldoko hidup sederhana di kampung.
Baca juga: Demokrat DKI Siap Pecat Kader yang Tidak Loyal ke AHY
Di tengah keterbatasan keluarga yang Moldoko dikenal sebagai anak yang pekerja keras. Dia selalu mengerjakan pekerjaan proyek pembangunan setelah pulang sekolah.
"Semua itu ia lakukan untuk membantu menopang kebutuhan keluarganya," kutip video tersebut, Minggu (7/3/2021).
Moeldoko tidal kalah dengan kondisi kehudupan yang susah. Dia terus berjuang menjalani kehudupan hingga masuk ke Angkatan Bersenjata Repunli Indonesia (AKBRI).
Biasa bekerja keras Moeldoko menjalani pendidikan dengan semangat dan penuh kedisplinan hingga akhirnya dinyatakan lulus pada tahun 1981. Moeldoko dinyatakan sebagai lulusan terbaik dengan penghargaan Bintang Adhi Makayasa.
Sejumlah operasi militer yang pernah diikuti di antaranya Operasi Seroja Timor-Timur, Konga Garuda XI/A, Selandia Baru, Singapura dan Jepang, Irak-Kwait, Amerika Serikat dan Kanada.
"Moeldoko pernah menjabat sebagai KSAD dan puncak karier militer menjadi Panglima TNI sejak Agustus 2013 - 8 Juli 2015," terang video tersebut.
Salam dunia pendikan, Moeldoko mendapat gelar Doktor di Universitas Indonesia program studi Ilmu Adminitrasi dengan disertasi 'Kebijakan dan Scenario Planing Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Indonesia'.
Moeldoko juga aktif di sejumlah organisasi masyarakat sebagai ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia 2017-2020. Dia juga mendirikan masjid Islamic Center dengan di kampung halaman Kendiri.
Kepedulian terhadap masa depan bangsa juga ditunjukkan dengan menyekolahkan santri jenjang universitas. "Semua orang punya kesempatan untuk berhasil," tutup di video tersebut.
(maf)
Lihat Juga :