Lawan Konten Radikal, Tokoh Moderat Disarankan Banyak Tampil Beri Pencerahan
Minggu, 07 Maret 2021 - 08:11 WIB
loading...
A
A
A
Oleh sebab itu, Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU ini menyarankan agar jangan sampai dikasih ruang sedikit pun. Karena pertaruhannya adalah masa depan bangsa dan negara Indonesia. Menurut dia, jika bibit-bibit virus media atau akun-akun seperti ini dibiarkan, tentunya akan sangat membahayakan masa depan negara Indonesia.
”Proporsi konten positif jumlahnya harus lebih banyak, minimal 80 persen. Kontennya tentunya juga yang bersumber dari keberhasilan program pemerintah yang sudah dijalankan dan inovasi program masyarakat itu juga harus didengungkan,” tuturnya.
Baca juga: Pemda Punya Peranan Penting untuk Klarifikasi Hoaks Terkait Vaksin Covid-19
Menurut dia, jangan sampai kita malah kalah dari kelompok mereka yang gencar sekali melakukan propagada dengan konten hoaksnya. Menurut Adnan, untuk mengatasi hal tersebut tokoh-tokoh moderat juga harus sering tampil untuk bicara memberikan pencerahan dan pemahaman yang benar.
”Ini yang kadang menjadi kelemahan kita, mereka-mereka yang moderat dan tokoh pemuda atau tokoh masyarakat ini seperti banyak diam,” ujar pria yang juga Direktur Panata Dipantara yang bergerak dalam bidang kajian Kontra Narasi dan Idiologi dari paham Radikal Terorisme ini
Mantan peneliti di Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) ini juga berpendapat generasi milenial sebagai generasi penerus perlu bimbingan, pendampingan dan arahan yang sistematis agar mereka bisa berpikir positif dan inovatif. Penguatan paham kebangsaan dan keagamaan yang moderat juga perlu diintensifkan.
”Karena generasi milenial ini harus memperkuat jati diri ke Indonesiaan, bahwa Indonesia ini memiliki peradaban sangat maju. Sehingga ada kebanggaan nasional terhadap negara kita dan terhadap bangsa kita ini,” tuturnya.
”Proporsi konten positif jumlahnya harus lebih banyak, minimal 80 persen. Kontennya tentunya juga yang bersumber dari keberhasilan program pemerintah yang sudah dijalankan dan inovasi program masyarakat itu juga harus didengungkan,” tuturnya.
Baca juga: Pemda Punya Peranan Penting untuk Klarifikasi Hoaks Terkait Vaksin Covid-19
Menurut dia, jangan sampai kita malah kalah dari kelompok mereka yang gencar sekali melakukan propagada dengan konten hoaksnya. Menurut Adnan, untuk mengatasi hal tersebut tokoh-tokoh moderat juga harus sering tampil untuk bicara memberikan pencerahan dan pemahaman yang benar.
”Ini yang kadang menjadi kelemahan kita, mereka-mereka yang moderat dan tokoh pemuda atau tokoh masyarakat ini seperti banyak diam,” ujar pria yang juga Direktur Panata Dipantara yang bergerak dalam bidang kajian Kontra Narasi dan Idiologi dari paham Radikal Terorisme ini
Mantan peneliti di Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) ini juga berpendapat generasi milenial sebagai generasi penerus perlu bimbingan, pendampingan dan arahan yang sistematis agar mereka bisa berpikir positif dan inovatif. Penguatan paham kebangsaan dan keagamaan yang moderat juga perlu diintensifkan.
”Karena generasi milenial ini harus memperkuat jati diri ke Indonesiaan, bahwa Indonesia ini memiliki peradaban sangat maju. Sehingga ada kebanggaan nasional terhadap negara kita dan terhadap bangsa kita ini,” tuturnya.
Lihat Juga :