KLB Beri Pelajaran buat SBY yang Bangun Dinasti di Demokrat
Sabtu, 06 Maret 2021 - 14:44 WIB
loading...
Selama ini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai membangun dinasti di Partai Demokrat. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kongres luar biasa (KLB) di Sumatera Utara (Sumut) menjadi pelajaran besar bagi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Salah satunya terkait upaya SBY membangun dinasti di dalam tubuh Partai Demokrat.
“Ini pelajaran besar untuk Pak SBY dan kawan-kawan. Jangan dinasti. Jangan lagi semena-mena, arogan mengambilalih kepemimpinan Anas Urbaningrum dengan cara-cara yang sangat brutal,” kata mantan kader Partai Demokrat Sri Mulyono dalam Polemik Virtual Polemik MNC Trijaya, Sabtu (6/3/2021).
(Baca: Kader Demokrat KBB Ditawari DP Rp20 Juta untuk Ikut KLB di Deli Serdang)
Sri yang kini merupakan anggota Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menilai KLB di Sumut terjadi karena diaa melihat SBY terlalu menomorsatukan kepentingan klan Cikeas. Sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang bisa dengan cepat menjadi ketua umum disinggungnya.
“Mengapa ada KLB karena Pak SBY terlalu dinasti, terlalu mementingkan keluarga. Di medsos beredar bagaimana orang yang belum pernah mendaki ada di puncak. Seandainya ini beliau ini pendaki yang dari bawah bersusah payah bersama kader sampai di puncak itu hal wajar. Tiba-tiba di punca ini kan lucu,” tuturnya.
“Ini pelajaran besar untuk Pak SBY dan kawan-kawan. Jangan dinasti. Jangan lagi semena-mena, arogan mengambilalih kepemimpinan Anas Urbaningrum dengan cara-cara yang sangat brutal,” kata mantan kader Partai Demokrat Sri Mulyono dalam Polemik Virtual Polemik MNC Trijaya, Sabtu (6/3/2021).
(Baca: Kader Demokrat KBB Ditawari DP Rp20 Juta untuk Ikut KLB di Deli Serdang)
Sri yang kini merupakan anggota Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menilai KLB di Sumut terjadi karena diaa melihat SBY terlalu menomorsatukan kepentingan klan Cikeas. Sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang bisa dengan cepat menjadi ketua umum disinggungnya.
“Mengapa ada KLB karena Pak SBY terlalu dinasti, terlalu mementingkan keluarga. Di medsos beredar bagaimana orang yang belum pernah mendaki ada di puncak. Seandainya ini beliau ini pendaki yang dari bawah bersusah payah bersama kader sampai di puncak itu hal wajar. Tiba-tiba di punca ini kan lucu,” tuturnya.
Lihat Juga :